Harian Jogja edisi Selasa (3/10/2017) Harian Jogja edisi Selasa (3/10/2017)
Selasa, 3 Oktober 2017 09:07 WIB M98/JIBI/Harian Jogja Peristiwa Share :

HARIAN JOGJA HARI INI
Peran Papa Kian Terkuak

Harian Jogja edisi Selasa (3/10/2017)

Peran Papa Kian Terkuak
Jakarta- Bukti-bukti keterlibatan Setya Novanto dalam dugaan korupsi e-KTP sebesar Rp2,3 triliun makin banyak. Perannya dalam mengakali proyek yang menelan anggaran Rp5,9 triliun kembali ditelanjangi dalam persidangan.

Fokus Tugas, Jangan Gaduh
Jakarta- Untuk kali kedua dalam sebulan terakhir Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali mengingatkan menteri dan kepala lembaga agar tidak mengeluarkan pernytaan atau mengambil kebijakan yang membuat gaduh publik. Dua kali peringatan Presiden itu disampikan dalam sidang kabinet paripurna pada Selasa (28/8) lalu dan kembali disampaikan Senin (2/10).

Selembar Film Bisa Bikin Adem
Alat pendingin ruangan alias air conditioner (AC) sangat dibutuhjan di kala cuaca panas. Ketika ruangan gerah, otomatis butuh remote control untuk menylakan AC. Namun , kini AC bukan jalan keluar satu-satunya untuk mendaptkan hawa dingin di dalam ruangan. Berikut kisah yang dihimpyn wartawan Harian Jogja, Kusnuk Isti Qomah, dari berbagai sumber.

Derby Jadi Penentu Nasib
Milan- Beban Vincenzo Montella di kursi pelatih AC Milan semakin berat. Laga Derby della Madonnina kontra Inter Milan, pertengahan Oktober nanti bisa menjadi panggung penghakiman masa depan Montella di San Siro.

Wagub Ingin Pelantikan Tepat Waktu
Jogja-Pemerintah Daerah (Pemda) DIY hingga kini belum menerima informasi resmi mengenai waktu dan tempat pelaksanaan pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur DIY untuk masa jabatan 2012-2022

Amdal Lalin Harus Diperketat
UMBULHARJO-Direktorat Lalu Lintas (ditlantas) Polda DIY menyatakan belum memiliki upaya jitu untuk mengurai kepadatan lalu lintas yang terjadi dalam kota Jogja.

Proyek Pasar Sleman Bakal Lanjut
Sleman- Sempat mandek lantaran pelaksana proyek  tak mampu penuhi kewajibannya, pembangunan pasar Sleman Unit I bakal segera berlanjut

UPT Nekat Jadwalkan Nobar
KASIHAN-Puluhan Sekolah Dasar (SD) di kecamatan Kasihan nekat menggelar nonton bareng (nobar) film Pengkhianatan G30S/PKI. Bahkan, pihak UPT Pengelolaan Pendidikan Dasar (PPD) Kasihan telah merilis jadwal pemutaran film tersebut di 35 SD se- Kecamatan Kasihan.

Relokasi Sekolah Rampung November
Wates- Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kulonprogo bersiap merelokasi kegitan pembelajaran SD Negeri 3 Glagah yang berada di kawasan pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA).

Kepek Jadi Sentra Produksi Batik
Wonosari- Momentum Hari Batik Nasional sengaja ditetapkan agar batik tetap dilestarikan sebagai warisan budaya nasional. Tak terkecuali di desa Kepek, Kecamatan Wonosari yang saat ini bergeliat menjadi sentra pembutan batik.

SKTP Pencairan Semester Kedua Belum Terbit
Jogja- Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY belum menerima penerbitan Surat Keterangan Tunjangan Profesi bagi calon penerima tunjangan profesi guru (TPG) dari Ditjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

Lion Air Terlambat Tujuh Jam
Jogja- Maskapai penerbangan Lion Air mengalami keterlambatan pemberangkatan sejak Minggu (1/10) malam.

3 Saka Guru Pendidikan untuk Perhotelan
Semboyan Tiga Saka Guru ajaran Ki Hadjar Dewantara tak hanya cocok diterapkan untuk para pendidik. Tiga pilar tersebut ternyata mampu menginspirasi Djarot Waskita Murti,45, dalam memimpin Cordela Kartika Dewi Hotel. Seperti apa?

Lebih lengkap Anda dapat membaca Harian Jogja edisi cetak. Dapatkan Harian Jogja dengan harga Rp3.000 di agen terdekat.

Anda juga bisa menikmati Harian Jogja melalui komputer atau gawai di epaper.harianjogja.com.

Selamat membaca. Harian Jogja, Berbudaya, Membangun Kemandirian.

lowongan pekerjaan
sales, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…