Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo. (M. Ferri Setiawan/JIBI/Solopos) Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo. (M. Ferri Setiawan/JIBI/Solopos)
Selasa, 3 Oktober 2017 06:50 WIB JIBI/Solopos/Antara Semarang Share :

HARI BATIK
Gubernur Jateng Ajak Pelajar Lestarikan Batik

Hari Batik yang diperingati setiap 2 Oktober diperingati Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dengan memotivasi siswa dan perajin batik di Kabupaten Banyumas.

Solopos.com, BANYUMAS – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengajak kalangan pelajar untuk ikut berperan aktif dalam melestarikan batik sebagai salah satu warisan budaya indonesia yang diakui dunia.

“Saat ini batik sudah menjadi warisan dunia, dan UNESCO sudah menetapkannya sebagai [world] heritage sejak 2009,” katanya di hadapan ratusan pelajar dan guru dalam acara Gubernur Mengajar di SMA Negeri 1 Sokaraja, Kabupaten Banyumas, Jateng Senin (2/10/2017).

Ganjar juga mengapresiasi kreasi dan inovasi dari para perajin batik yang tersebar di Provinsi Jateng terkait dengan desain, corak, serta media. “Inovasi pembatik muda sekarang luar biasa dan banyak sekali sehingga semuanya sekarang memakai batik,” ujarnya.

Politikus PDI Perjuangan itu menyebutkan batik sebagai baju yang paling luwes dan bisa dipadupadankan berbagai bahan pakaian yang lain. Ganjar mengaku bangga dengan batik karena mendiang Presiden Afrika Selatan Nelson Mandela mengoleksi pakaian batik dari Provinsi Jateng.

“Presiden Nelson Mandela itu lemarinya isinya batik semua, batiknya dari mana coba? Dari Pekalongan, Jawa Tengah,” katanya.

Sebagai upaya melestarikan batik, Ganjar meminta para pelajar meningkatkan kecintaannya terhadap batik. “Tidak hanya sekadar cinta, namun juga harus mendalami batik secara total dengan memahami corak-corak batik yang dimiliki Indonesia,” ujarnya.

Dia mengharapkan dengan ikut serta melestarikan batik, industri batik di Provinsi Jateng bisa terus tumbuh dan berkembang sehingga kesejahteraan para perajinnya semakin meningkat.

Dalam acara Gubernur Mengajar di SMA Negeri 1 Sokaraja tersebut, Ganjar sempat meminta para pelajar menyebutkan berbagai corak batik yang ada dan menyanyikan tembang macapat. Bagi pelajar yang bisa menjawab sejumlah pertanyaan orang nomor satu di Jateng itu, mendapat hadiah tabungan pelajar dari Bank Jateng, bahkan pelajar bernama Arif Aga mendapat hadiah komputer jinjing karena dapat menyanyikan tembang macapat berjudul Dandang Gulo.

Selain mengajar di SMAN 1 Sokaraja dalam kunjungannya ke Banyumas, Gubernur Ganjar Pranowo menghadiri upacara peringatan Hari Batik Nasional Ke-8 Tahun 2017 Tingkat Kabupaten Banyumas di Alun-Alun Purwokerto, Banyumas. Dalam kesempatan itu, ia mengajak perajin batik di Kabupaten Banyumas menjadikan peringatan Hari Batik Nasional sebagai momentum untuk memperkenalkan dan memromosikan produk-produknya agar lebih dikenal.

Dalam upacara peringatan Hari Batik Nasional Ke-8 Tahun 2017 Tingkat Kabupaten Banyumas itu juga ditampilkan tarian Pesona Batik Nusantara yang dimainkan puluhan siswa Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Sokaraja. Upacara tersebut diakhiri dengan Kirab Batik Banyumasan yang diikuti organisasi perangkat daerah, pelajar, dan sejumlah instansi lainnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
Marketing dan Surveyor, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…