Ilustrasi kain batik bermotif parang asem arang khas Semarang. (JIBI/Solopos/Antara/R. Rekotomo) Ilustrasi kain batik bermotif parang asem arang khas Semarang. (JIBI/Solopos/Antara/R. Rekotomo)
Selasa, 3 Oktober 2017 01:50 WIB JIBI/Solopos/Antara/R. Rekotomo Feature Share :

FOTO HARI BATIK
33 M Parang Asem Arang Direntang

Hari Batik dimeriahkan 33 m batik parang asem arang.

Hari Batik Nasional yang diperingati setiap 2 Oktiber sebagai penanda telah ditetapkannya tradisi membatik sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO diperingati dengan berbagai cara oleh warga Indonesia. Di Kampung Batik Semarang, Jawa Tengah, Senin (2/10/2017), warga membentangkan kain batik bermotif parang asem arang—khas Semarang—sebagai penanda peringatan Hari Batik Nasional tersebut. Pembuatan kain batik sepanjang 33 m tanpa sambungan tersebut dikerjakan oleh 10 orang pembatik selama enam bulan.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
PT. Lemindo Abadi Jaya, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Pilkada, Demokrasi, dan Hantu Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (17/01/2018) dengan judul Demokrasi Kita dan Hantu Politik. Esai ini karya Muhammad Fahmi, dosen di IAIN Surakarta dan Doktor Kajian Budaya dan Media. Alamat e-mail penulis adalah fahmielhalimy@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Tahun 2018 sering dijuluki…