Acara yang termasuk pada rangkaian acara ini renacanya akan diadakan hingga XT Square hingga Rabu (4/10/2017). (Amalia Anggraini/JHarian Jogja) Acara yang termasuk pada rangkaian acara ini renacanya akan diadakan hingga XT Square hingga Rabu (4/10/2017). (Amalia Anggraini/JHarian Jogja)
Selasa, 3 Oktober 2017 18:55 WIB Beny Prasetya/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

Festival Kampung Wisata 2017 Jadi Sarana Promosi Desa Wisata

Pengunjung merasa terhibur dan mendapatkan banyak informasi

Solopos.com, JOGJA- Festival Kampung Wisata 2017 yang diadakan oleh Dinas Pariwisata Kota Jogja dirasa informatif oleh pengunjung, Senin (2/10/2017). Acara yang termasuk pada rangkaian acara ini renacanya akan diadakan hingga XT Square hingga Rabu (4/10/2017).

“Sangat menghibur dan informatif,” kata salah satu pengunjung, Uray Deny, 29 berpendapat pada Festival Kampung Wisata 2017 yang dibesut oleh Dinas Pariwisata Kota Jogja.

Alasan Uray mengatakan informatif ialah adanya 17 Desa Wisata hadir untuk memperkenalkan diri kepada penggunjung. Menurutnya acara seperti ini bermanfaat untuk dirinya yang bukan warga asli Kota Jogja.

Tidak hanya mendirikan tenda, setiap desa wisata yang hadir juga menghadirkan pertunjukan dengan bregada-nya. Menurut Bendahara Desa Wisata Dipowinatan, Agus Sutopo, acara seperti ini membantu dalam hal promosi Desa Wisata yang berada di Desa Wisata Kota Jogja. “Cocok untuk memperkenalkan kampung wisata itu sendiri,” jelas Agus.

Ketua panitia Festifal Kampung Wisata 2017 sekaligus Kasi Pengembangan Obyek dan Daya Tarik Wisata (Kasi PODTW), Norwind N Womirsoto menyatakan bahwa benar acara ini digunakan untuk promosi seluruh kampung wisata yang ada.

Nurwin juga mengatakan bahwa dirinya ingin seluruh desa wisata Kota Jogja menjadi lebih hidup. “Menjadi ajang gebrakan baru bagi seluruh desa juga,” jelas Norwind.

Senada dengan tema Hari Ulang Tahun Jogja “Bersama Membangun Jogja” Norwind juga menyampaikan acara ini diharapkan bisa menjadi ajang membangun antar desa wisata. Dirinya berharap dengan adanya acara ini desa wisata bisa lebih rajin promosi dan membuat acara untuk membangun desa wisata masing – masing.

Acara tersebut akan berlangsung hingga Rabu (4/10/2017) itu akan dimeriahkan oleh 17 bregada dari setiap desa wisatanya. Bintang tamu yang akan hadir ialah Grup musik Sastro Moeni, Jasmine, Produk Gagah, Sri Rejeki, dan penari Didik Ninik Thowok.

Setiap harinya acara yang berlokasi di XT Square itu akan dibuka pukul 15.00 WIB dan ditutup pukul 23.0 WIB.

Setelah Sastro Moeni yang tampil semalam, Produk Gagah yang dulu dikenal dengan Produk Gagal akan menjadi bintang tamu pada Selasa (3/4/2017). pada hari terakhir Didik Ninik Thowok dan Sri Rejeki menjadi penampil terakhir pada acara tersebut.

Pada kesempatan terakhir, Norwind mengatakan kepada Harian Jogja bahwa agen wisata semakin banyak, desa wisata harus menjadi pilihan wisata. Ia mengatakan Desa Dipowinatan yang memiliki living culture-nya, Cokrodinningratan yang mempunyai Kali Code, mereka punya penonjolan masing – masing harus bersaing.“Setiap desa punya ciri khas yang bisa ditonjolkan,” tutupnya Norwind.

lowongan pekerjaan
SOLO GRAND MALL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…