Pembicara dari UMS, Kun Harismah (berdiri) menyampaikan materi tentang peluang perguruan tinggi mendapatkan dana hibah, saat mengisi pelatihan yang digelar Akper Mamba’ul ‘Ulum Solo di Hotel Arini Syariah, Solo, Minggu (13/12/2015). (Eni Widiastuti/JIBI/Solopos)
Selasa, 3 Oktober 2017 02:30 WIB Septhia Ryanthie/JIBI/Solopos Pendidikan Share :

Dosen PTS Soloraya Belum Terbiasa Jurnal Scopus

Dosen perguruan tinggi swasta (PTS) di Soloraya belum terbiasa dengan jurnal terindeks Scopus.

Solopos.com, SOLO—Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Komisariat II Surakarta (Soloraya) terus mendorong agar anggotanya mampu mendongkrak jumlah publikasi jurnal internasional terindeks Scopus. Hal itu disampaikan Sekretaris APTISI Komisariat II Soloraya, Singgih Purnomo, saat diwawancari Solopos.com, Minggu (1/10/2017).

Singgih mengemukakan tuntutan peningkatan publikasi jurnal internasional terindeks Scopus tidak hanya berlaku bagi perguruan tinggi negeri (PTN), tapi juga PTS. Masih minimnya publikasi ilmiah di jurnal internasional terindeks Scopus saat ini hanya karena para dosen yang belum terbiasa.

“Syaratnya kan berlaku untuk semua, baik PTN maupun PTS. Posisi lektor di PTS pun akan jadi lektor kepala atau lektor kepala menjadi profesor kalau sudah menghasilkan jurnal terindeks Scopus,” ungkap Singgih.

Salah satu langkah yang akan dilakukan APTISI untuk mendorong peningkatan publikasi internasional tersebut adalah memfasilitasi para dosen melalui bimbingan dan konsultasi. Salah satunya mendatangkan narasumber dari Malaysia.

Saat ini pihaknya sudah menyiapkan 30 jurnal yang diharapkan bisa menembus jurnal internasional terindeks Scopus. “Kami agendakan pada akhir Oktober ini bisa mendatangkan narasumber dari Malaysia untuk membimbing para dosen menyiapkan jurnal,” terang Direktur STMIK Duta Bangsa Solo itu.

Singgih menjelaskan kehadiran narasumber dari Malaysia merupakan salah satu hasil dari kerja sama internasional yang dilakukan APTISI dengan sejumlah perguruan tinggi di luar negeri. Sejauh ini APTISI telah menggandeng beberapa perguruan tinggi di kawasan Asia dalam kerja sama menjadikan PTS-PTS anggota APTISI sebagai perguruan tinggi yang mengglobal.

Setelah studi banding ke sejumlah perguruan tinggi di antaranya Malaysia dan Thailand, APTISI Komisariat II Soloraya juga mengagendakan studi banding ke perguruan tinggi di Eropa pada 8-18 Oktober ini.

lowongan pekerjaan
SOLO GRAND MALL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…