Selasa, 3 Oktober 2017 08:55 WIB Abdul Hamid Razak/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

DANA DESA SLEMAN
Waduh, 16 Desa Tidak Penuhi Syarat

Bahkan, ada beberapa desa yang penyerapan DD tahap pertama di bawah 50%

Solopos.com, SLEMAN-Sebanyak 16 desa terancam tidak menerima dana desa (DD) tahap kedua. Hal itu terjadi karena desa-desa tersebut belum memenuhi persyaratan.

Kepala Bidang Administrasi Keuangan dan Aset Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sleman Alkhalik mengungkapkan, penyerapan DD tahap pertama bagi 16 desa tersebut belum memenuhi syarat yang ditetapkan. Syarat tersebut yakni minimal anggaran terserap 75% dan output dari penggunaan DD tersebut minimal 50%.

Bahkan, ada beberapa desa yang penyerapan DD tahap pertama di bawah 50%. Jika ke 16 desa tersebut belum memberikan laporan kemajuan penyerapan DD tahap pertama yang ditentukan, maka pihaknya akan menuda pencairan DD tahap kedua.

Desa-desa yang belum penyerapan DD tahap pertama di bawah 50% di antaranya Margodadi (Seyegan), Purwobinangun dan Hargobinangun (Pakem), serta Widodomartani (Ngemplak).

“Itu sesuai aturan. Jadi kami masih menunggu laporan dari ke 16 desa tersebut. Jika tidak, pencairan DD tahap kedua akan kami tahan dulu,” jelas dia kepada Harian Jogja, Senin (2/10/2017).

Dia mengatakan, pemerintah pusat akan mengirimkan DD tahap kedua sebesar 40% dari total Rp80,8 miliar DD tahun 2017 pada 3 Oktober 2017. Dana tersebut dikirim melalui Kantor Pelayanan Pembendaharaan Negara sebelum masuk ke rekening kas daerah.

“Kami hanya menyalukan ke rekening kas desa yang memenuhi persyaratan. Hanya ada 70 desa yang memenuhi syarat,” kata dia.

Halaman Kedua : Laporan Belum Diserahkan

lowongan pekerjaan
STAFF ADMINISTRASI & KEUANGAN, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…