Pernyataan Ganjar yang mempertanyakan laporan warganet terkait dugaan penyalahgunaan dana desa. (Twitter-@ganjarpranowo) Pernyataan Ganjar yang mempertanyakan laporan warganet terkait dugaan penyalahgunaan dana desa. (Twitter-@ganjarpranowo)
Selasa, 3 Oktober 2017 10:50 WIB R. Wibisono/JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

Dana Desa di Batang Dilaporkan Tak Transparan, Ganjar Balik Bertanya

Dana desa di Desa Ngadirejo, Kecamatan Reban, Kabupaten Batang dilaporkan tak transparan dalam penggunaannya, namun Gubernur Jateng Ganjar Pranowo tak begitu saja mempercayainya.

Solopos.com, SOLO – Pemerintah Desa Ngadirejo, Kecamatan Reban, Kabupaten Batang, Jawa Tengah (Jateng) dituding tak transparan dalam menggunakan dana desa. Kecurigaan itu pun dilaporkan warganet di media sosial Twitter kepada Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Senin (2/10/2017). Namun gubernur yang menerima laporan itu tampak tak begitu percaya dengan laporan masyarakat.

Pelapor itu adalah pengguna akun Twitter @MarhaeniKuswan1 yang menduga Pemerintah Desa Ngadirejo tak transparan dalam menggunakan dana desa. “Pak mohon untuk ditinjau penggunaan dana desa, Desa Ngadirejo, Kecamatan Reban, Kabupaten Batang,” tulis si pelapor.

Gubernur awalnya meminta si pelapor itu untuk meminta klarifikasi ke kades setempat. “Kamu sudah klarifikasi ke kades?” tanya sang gubernur.

Si pelapor pun mengaku sudah meminta klarifikasi, namun kades tak memberikan jawaban yang memuaskan, justru mengecewakan. “Sudah pak tapi jawaban kades ‘Apa hak kamu nanya? Masyarakat diam sajalah itu urusan saya’,” tulis pengguna akun Twitter @MarhaeniKuswan1.

Menanggapi laporan itu, orang nomor wahid di Jateng tersebut justru menunjukkan sikap tidak percaya. “Ah yang bener? Kadesmu namanya siapa? Desa apa? Kapan kamu ketemu ybs?” tanya sang gubernur mempertanyakan laporan yang ia terima.

Padahal, si pelapor itu sudah menguraikan permasalahan secara cukup terperinci. Bahkan ia mengaku kerap bertemu kades yang dimaksud. “Kami tiap hari juga ketemu. Tapi kalau kita mau minta penjelasan [kades] selalu menghindar,” ungkap si pelapor.

Meski sudah dijelaskan secara terperinci, Ganjar belum memberikan tanggapan sama sekali selain meragukan isi laporan. Ia justru terpantau menanggapi cuitan warganet lain di media sosial Twitter.

Warganet yang mengetahui cuitan sang gubernur yang meragukan laporan itu pun meminta Ganjar untuk turun langsung demi membuktikan laporan tersebut. Ada juga yang mendesak gubernur Jateng itu untuk merekomendasikan pememecatan kepada siapa pun yang menyalahgunakan dana desa. (Ginanjar Saputra/JIBI/Semrangpos.com)

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
Penerbit Ziyad Visi Media, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…