Foto ilustrasi Bus Trans Jogja (JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto)
Selasa, 3 Oktober 2017 17:20 WIB I Ketut Sawitra Mustika/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

BUS TRANS JOGJA
Berteduh karena Halte Portabel Panas, Calon Penumpang Ketinggalan Bus

Bus Trans Jogja mendapatkan keluhan dari calon penumpang yang menunggu bus di halte portabel

Solopos.com, JOGJA-– Bus Trans Jogja mendapatkan keluhan dari calon penumpang yang menunggu bus di halte portabel.

Kepala UPT Trans Jogja Dinas Perhubungan DIY, Sumaryoto mengungkapkan ada  keluhan dari penumpang. Ia mengatakan, ada anggota masyarakat yang hendak naik Trans Jogja, namun karena panas, orang tersebut menunggu sambil berteduh.

“Supir bus akhirnya tidak melihat ada penumpang sehingga mengambil jalur tengah. Pas didekat halte baru dilihat ternyata ada penumpang, tapi kalau langsung ambil kiri tentu bahaya. Akhirnya penumpang tersebut tidak terangkut,” jelasnya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (2/10/2017).

Berangkat dari hal itulah, sambung Sumaryoto maka kemudian pihaknya melihat perlu adanya lampu penanda yang bisa menunjukkan bahwa halte tersebut ada calon penumpang, meskipun yang bersangkutan sedang berteduh dibawahnya atau di bangunan yang ada di sekitar. Pasalnya, ia menyadari halte portabel yang ada memang panas.

Ia menyampaikan, saat ini lampu penanda tersebut sedang didesain. Lampu penanda, imbuhnya, akan menggunakan sumber daya sinar matahari sebagai sumber tenaga. Secara umum, lampu penanda tersebut akan dipasang di tiang. Penumpang yang ingin berteduh tinggal memencet tombol untuk menunjukkan kehadirannya.

Wacana penambahan lampu penanda, kata Sumaryoto kemungkinan baru bisa direalisasikan saat Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah perubahan 2017 selesai dibahas. “Paling Bulan November baru bisa diwujudkan,” ucapnya.

lowongan pekerjaan
HRD PT. Bengawan Inti Kharisma (Management SOLO GRAND MALL Lt. 4A), informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Mencari Alamat Bahasa Indonesia

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (06/01/2018). Esai ini karya Na’imatur Rofiqoh, ”pemukul” huruf dan juru gambar yang tinggal di Solo. Alamat e-mail penulis adalah naimaturr@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Bahasa Indonesia tidak lagi beralamat di Indonesia. Indonesia malah jadi tempat…