Seorang warga Desa Wonosari, Kecamatan Wonosari menunjukkan aplikasi Traffic Info Gunungkidul, Selasa (3/10/2017). (JIBI/Irwan A. Syambudi/JIBI/Harian Jogja) Seorang warga Desa Wonosari, Kecamatan Wonosari menunjukkan aplikasi Traffic Info Gunungkidul, Selasa (3/10/2017). (JIBI/Irwan A. Syambudi/JIBI/Harian Jogja)
Selasa, 3 Oktober 2017 17:55 WIB Irwan A. Syambudi/JIBI/Harian Jogja Gunung Kidul Share :

Aplikasi ini akan Memberi Peringatan jika Pengendara Lewat Jalur Rawan Laka

Tingginya angka kecelakaan di Kabupaten Gunungkidul mendasari Kepolisian Resort (Polres) Gunungkidul membuat aplikasi

 
Solopos.com, GUNUNGKIDUL—Tingginya angka kecelakaan di Kabupaten Gunungkidul mendasari Kepolisian Resort (Polres) Gunungkidul membuat aplikasi yang dapat mengurangi angka kecelakaan.

Aplikasi Traffic Info Gunungkidul yang baru saja diluncurkan dapat memperingatkan penggunaanya saat memasuki jalur rawan kecelakaan.

Pada saat peluncurannya di Taman Kuliner Wonosari, Senin (2/10/2017) malam, Kapolres Gunungkidul AKBP Muhammad Arif Sugiarto mengatakan tingginya angka kecelakaan membuat pihaknya dituntut untuk segera mencari solusi.

Dengan memanfaatkan teknologi informasi yang saat ini berkembang pesat, Polres pun kemudian mengembangkan aplikasi seluler sebagai solusi untuk menekan angka kecelakaan. “Dengan aplikasi ini, pengendara dapat diingatkan dengan suara tanpa melihat ponsel,” ujarnya, Senin.

Pihaknya berinisiatif membuat aplikasi tersebut agar pengendara dapat berhati-hati saat di jalan. Sebab, di dalam aplikasi tidak hanya peta, tetapi juga wilayah tertentu diberikan tanda, misal rawan kecelakaan hingga rawan kemacetan. Aplikasi tersebut pun dapat mengeluarkan suara peringatan saat akan melewati wilayah tersebut.

Dengan adanya aplikasi tersebut, dirinya berharap pengendara semakin waspada, sehingga dapat menekan tingginya angka kecelakaan. Berdasarkan data pada 2016 lalu terdapat 486 kasus kecelakaan, dengan korban meninggal dunia mencapai 74 orang. Sementara 2017 ini, kecelakaan mencapai 340 kasus, dengan korban jiwa 62 orang. “Korban tewas rata-rata 80% merupakan usia produktif,” kata dia.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Gunungkidul AKP Mega Tetuko menambahkan, aplikisi yang dapat diunduh di Google Playstore tersebut terintegrasi dengan google maps. Sehingga aplikasi ini juga dapat memberi pin atau penanda daerah yang rawan kecelakaan atau rawan kemacetan. Tak hanya itu, aplikasi tersebut  juga dapat menunjukkan kantor polisi hingga lokasi wisata terdekat.

Saat pengguna memencet pin, bisa menunjukkan foto situasi setempat dan keterangan lokasi yang selalu diperbarui setiap tiga bulan sekali. “Di dalam aplikasi ada nomor telepon, langsung dapat dipencet dan terhubung kepada Satlantas dan dihubungkan petugas terdekat,” ujarnya.

lowongan pekerjaan
Carmesha Music School, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…