Razia senjata api di Mapolres Kudus, Jateng, Selasa (3/10/2017) pagi. (Instagram-@polreskudus) Razia senjata api di Mapolres Kudus, Jateng, Selasa (3/10/2017) pagi. (Instagram-@polreskudus)
Selasa, 3 Oktober 2017 21:50 WIB R. Wibisono/JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

AKSI POLISI
Seusai Apel Pagi, Polisi di Kudus Dirazia

Aksi penertiban senjata api dilakukan Divisi Propam Polres Kudus terhadap para polisi yang memiliki senjata api.

Solopos.com, KUDUS – Polisi anggota Polres Kudus dirazia petugas dari Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polres Kudus seusai mengikuti apel pagi di Mapolres Kudus, Jawa Tengah (Jateng), Selasa (3/10/2017). Aksi razia itu bertujuan untuk memeriksa senjata api yang dipakai polisi anggota Polres Kudus.

Kepala Seksi Propam Polres Kudus Ipda Effendi menjelaskan razia itu dilaksanakan atas perintah yang diberikan Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning secara lisan. Ia mengatakan kegiatan tersebut menyasar seluruh perwira dan bintara sebagai bentuk pencegahan dan kewaspadaan penyalahgunaan senjata api oleh anggota Polres Kudus.

Berdasarkan keterangan Effendi, pada razia itu juga dilakukan pemeriksaan terhadap surat kelengkapan surat senjata api. “Mulai? dari suratnya apakah masih berlaku dan senjata apinya masih berfungsi dengan baik atau tidak,” ujar Effendi seperti dikutip dari akun Instagram milik Polres Kudus, @polreskudus.

Pada aksi razia yang dilakukan anggota Propam Polres Kudus itu, tak ditemukan masalah yang berarti. Hanya ditemukan beberapa senjata api yang kondisinya kotor. “Hasilnya lengkap hanya ditemukan dalam kondisi kotor dan sudah kita perintahkan untuk dirawat dan dibersihkan agar berfungsi baik,” imbuh Effendi.

Ia mengimbau kepada anggota Polres Kudus untuk tidak melakukan suatu pelanggaran, terlebih yang berkaitan dengan senjata api. “Kegunaan senpi bukan untuk tindak kejahatan, melainkan untuk menjaga dan melindungi masyarakat dari para pelaku kejahatan. Oleh karena itu, berhati-hatilah dalam penggunaan senpi,” pungkas Effendi. (Ginanjar Saputra/JIBI/Semarangpos.com)

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
marketing, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…