Ilustrasi (JIBI/Solopos/Antara) Ilustrasi (JIBI/Solopos/Antara)
Selasa, 3 Oktober 2017 15:55 WIB Rheisnayu Cyntara/JIBI/Harian Jogja Bantul Share :

2 Penambang Pasir Kali Winongo Kaget Melihat Sesosok Jasad Mengambang

Diduga terpeleset saat mencari kayu, Atmorejo ditemukan mengambang tak bernyawa di aliran Sungai Winongo

Solopos.com, BANTUL–Diduga terpeleset saat mencari kayu, Atmorejo ditemukan mengambang tak bernyawa di aliran Sungai Winongo tak jauh dari rumahnya Dusun Sabdodadi RT 06, Manding, Bantul.

Selasa (3/10/2017) siang, warga setempat dikejutkan dengan penemuan jasad kakek berumur 80 tahun tersebut. Awalnya dua orang penambang pasir yang sedang mengangkut pasir di sekitar TKP kaget karena melihat sesosok jasad yang mengambang dengan posisi berdiri di dalam air.

Setelah dipastikan, kedua penambang pasir sontak memanggil warga yang berada di sekitar lokasi penemuan jasad tersebut. “Tepat di bawah pohon talok ini,” ucap salah seorang warga yang rumahnya tak jauh dari TKP, Isrohadi.

Isrohadi mengatakan setelah warga datang, jasad Atmorejo kemudian diangkat oleh sang cucu. Isrohadi menyebut di sekitar TKP, warga mendapati beberapa barang milik korban.

Berjarak sekitar 50 meter, warga menemukan satu ikat kayu dan bambu, gergaji serta karung. Warga menduga korban tewas terpeleset dan tercebur ke Sungai Winongo saat mencari kayu yang menjadi aktivitas harian Atmorejo.

Dia menambahkan lokasi terceburnya Atmorejo ini merupakan aliran sungai yang cukup dalam. Meski berada di pinggir, namun kedalamannya mencapai dua meter. “Di bawah pohon talok itu memang dalam, satu setengah sampai dua meter,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Sentra Pelayanan Kepolisian Polsek Bantul, Ipda Yuli Samsuri di lokasi kejadian memastikan dari pemeriksaan petugas tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan di tubuh korban. Sehingga pihaknya membenarkan bahwa kematian korban tersebut murni kecelakaan.

Setelah dievakuasi, jasad korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga. “Murni terpeleset, petugas tadi juga tidak menemukan tanda-tanda penganiayaan,” tegasnya.

lowongan pekerjaan
sales, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

Biennale Jogja XIV Ingin Kembalikan Manusia Sebagai Manusia

Biennale Jogja XIV Equator #4 ingin mengambil peran sebagai sebuah ajang yang ingin mengembalikan manusia menjadi manusia Solopos.com, JOGJA–Di saat sosio politik negeri ini dipenuhi oleh kekisruhan, tipu daya, ujaran kebencian, korupsi dan semacamnya, Biennale Jogja XIV Equator #4 ingin…