Ilustrasi uang tunai rupiah. (Nurul Hidayat/JIBI/Bisnis) Ilustrasi uang tunai rupiah. (Nurul Hidayat/JIBI/Bisnis)
Senin, 2 Oktober 2017 15:55 WIB Rheisnayu Cyntara/JIBI/Harian Jogja Bantul Share :

YKMI Pastikan Bantuan Tepat Sasaran

Yayasan Kemanusiaan Muslim Indonesia (YKMI) memastikan bantuan yang disalurkan melalui Program Pengembangan Usaha (Livelihood) Indonesia tepat sasaran

Solopos.com, BANTUL–Yayasan Kemanusiaan Muslim Indonesia (YKMI) memastikan bantuan yang disalurkan melalui Program Pengembangan Usaha (Livelihood) Indonesia tepat sasaran.

Bantuan berupa sarana dan prasarana untuk pengembangan usaha seperti alat jahit, kompor, peralatan memasak, gerobak, sepeda bahkan ternak tersebut diberikan kepada 135 KK di Bantul, Gunungkidul dan Kulonprogo.

Di Bantul sendiri, bantuan diberikan kepada 23 KK di Desa Gadingsari, Sanden dan 22 KK di Desa Gilangharjo, Pandak.

Koordinator YKMI Yogyakarta, Suharti mengatakan semua bantuan yang disalurkan telah melalui mekanisme survey yang ketat. Tahapannya dilakukan mulai dari Dinas Sosial DIY, ke pemerintah desa di masing-masing kabupaten, kemudian TKSK dari Dinsos Kabupaten melakukan survey langsung ke rumah-rumah warga yang diusulkan menjadi penerima bantuan.

Penerima bantuan, menurut Suharti, diutamakan bagi mereka yang miskin, penyandang disabilitas dan juga janda yang tidak memiliki suami sebagai penopang ekonomi keluarga. Masing-masing juga memiliki pekerjaan yang beragam namun statusnya masih sebagai pengusaha mikro.

Di Gilangharjo misalnya, penerima bantuan merupakan penjahit, penjual makanan ringan seperti bakwan kawi, jus dan lainnya, bahkan juga peternak kambing. “Kami pastikan bantuan sesuai kebutuhan,” katanya pada Jumat (29/9/2017).

Suharti menyebut bantuan ini dimaksudkan untuk membantu mereka dalam mengembangkan usaha mereka. Tak hanya berupa fisik saja namun juga berupa pendampingan selama maksimal enam bulan. Pihak YKMI akan memastikan bantuan tersebut dimanfaatkan sebaik-baiknya dan memberikan ilmu-ilmu terkait agar usaha mereka makin maju.

Nantinya, pendampingan tersebut dapat dilakukan secara berkelompok atau perseorangan dengan mendatangi rumah masing-masing. “Kami pastikan bantuan harus digunakan, dikembangkan dan tidak boleh dijual,” tuturnya.

Kepala Desa Gilangharjo Pardiono berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh penerima bantuan. Sebab menurutnya tidak semua warga yang disurvey dan mengajukan permohonan bantuan dikabulkan. “Jadi bapak ibu ini pinilih,” katanya.

lowongan pekerjaan
KLINIK BERSALIN UTAMA RB. DR. JOHAN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Kanibalisasi Akademis

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (11/01/2018). Esai ini karya Abdul Gaffar, mahasiswa Program Doktoral Psikologi Pendidikan Islam Universitas Muhamamdiyah Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah c.guevar@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Dunia akademis (kampus) dihebohkan dengan isu kapitalisasi dan kanibalisasi akademis sebagai akibat…