Jalan refleksi batu injak di Taman Pakujoyo, Gayam, Sukoharjo. (Mariyana Ricky P.D./JIBI/Solopos) Jalan refleksi batu injak di Taman Pakujoyo, Gayam, Sukoharjo. (Mariyana Ricky P.D./JIBI/Solopos)
Senin, 2 Oktober 2017 14:15 WIB Bony Eko Wicaksono/JIBI/Solopos Sukoharjo Share :

WISATA SUKOHARJO
Taman Pakujoyo Gayam bakal Dilengkapi Wahana Bermain Anak

Wisata Sukoharjo, Taman Pakujoyo bakal dilengkapi arena permainan.

Solopos.com, SUKOHARJO – Taman Pakujoyo di Kelurahan Gayam, Kecamatan Sukoharjo, Sukoharjo, bakal dilengkapi taman anak-anak. Hal itu dilakukan untuk menyokong pelaksanaan program kabupaten layak anak (KLA) di Sukoharjo.

Berdasarkan pantauan di Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kabupaten Sukoharjo, Minggu (1/10/2017), proses lelang pembangunan taman ceria anak di Taman Pakujoyo senilai Rp531,56 juta. Saat ini, proses lelang itu dalam tahap penandatanganan kontrak antara Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dengan pemenang lelang.

Lurah Gayam, Havid Danang Purnomo, mengatakan salah satu indikator pelaksanaan program KLA adalah sarana dan prasana yang memadai. Taman anak-anak, kata dia, bakal dibangun di kompleks Taman Pakujoyo untuk mendukung pelaksanaan KLA di Sukoharjo.

“Anak-anak kerap bermain di sekitar taman saat sore hari. Biasanya, taman disesaki pengunjung saat weekend,” kata dia, saat dihubungi, Minggu. Rencananya, taman anak-anak dilengkapi berbagai jenis wahana permainan.

Pengunjung bermain bebek kayuh di Taman Pakujoyo, Gayam, Sukoharjo, Senin (27/2/2017). (Mariyana Ricky P.D./JIBI/Solopos)

Pengunjung bermain bebek kayuh di Taman Pakujoyo, Gayam, Sukoharjo, Senin (27/2/2017). (Mariyana Ricky P.D./JIBI/Solopos)

Kemungkinan besar, proyek pembangunan taman anak-anak dikerjakan mulai awal atau pertengahan Oktober dan ditargetkan rampung akhir tahun.

Dia menjelaskan anak-anak bisa bermain sepuasnya di taman itu lantaran pengunjung tak dipungut biaya alias gratis. “Ada kolam di tengah tamanyang sering digunakan masyarakat untuk bersantai. Wahana permainan di kolam itu seperti bebek kayuh dan becak air,” ujar Havid.

Kondisi ini bakal berimplikasi pada menggeliatnya perekonomian warga setempat. Mereka membuka usaha kuliner di pinggirtaman. Para pedagang kaki lima (PKL) juga sering membuka lapak di pinggir taman saat sore hari.

“Dulu ada wahana permainan flying fox yang sangat digemari masyarakat. Lantaran faktor teknis flying fox tak dioperasionalkan. Nah, saya ingin wahana permainan itu kembali beroperasi di taman,” jelas dia.

Sementara itu, seorang warga Kelurahan Gayam, Khasim, mengatakan kondisi Taman Pakujoyo harus diperhatikan instansi terkait. Taman itu merupakan public space dan tempat rekreasi murah meriah masyarakat.

Di Sukoharjo, hanya ada beberapa ruang terbuka hijau (RTH) berupa taman seperti Taman Pakujoyo dan Taman Wijaya Kusuma di Kelurahan Sonorejo.

“Jumlah RTH di Sukoharjo cukup minim. Karena itu, pemerintah harus benar-benar memberikan perhatian dengan merawat dan menambah berbagai fasilitas di taman,” kata dia.

lowongan pekerjaan
Carmesha Music School, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

BERITA TERPOPULER
Crane Ambruk Hingga Cerita Foto Jokowi Lap Sepatu Pakai Tisu

Berita terpopuler Solopos.com hari ini adalah berita tentang Crane pembangunan hotel roboh menimpa rumah Ketua RT. Solopos.com, SOLO – Kecelakaan kerja terjadi dalam proses pembangunan Hotel Swiss Bell di Kampung Cinderejo Lor, RT002/RW006, Gilingan, Banjarsari, Solo. Crane milik PT Surya…