Sampah di TPST Piyungan berjubel di pinggir jalan aspal lantaran lahan tempat pembuangan sudah kelebihan muatan. Gambar diambil, Jumat (29/9/2017). (Bhekti Suryani/JIBI/Harian Jogja) Sampah di TPST Piyungan berjubel di pinggir jalan aspal lantaran lahan tempat pembuangan sudah kelebihan muatan. Gambar diambil, Jumat (29/9/2017). (Bhekti Suryani/JIBI/Harian Jogja)
Senin, 2 Oktober 2017 19:40 WIB Bhekti Suryani/JIBI/Harian Jogja Bantul Share :

TPST PIYUNGAN
Lahan Baru TPST Tak Akan Selesaikan Masalah Sampah

Lahan baru hasil perluasan TPST Piyungan dinilai tidak akan efektif mengatasi masalah sampah.

Solopos.com, BANTUL– Perluasan wilayah Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) di Desa Sitimulyo, Piyungan Bantul dinilai tidak akan efektif mengatasi persoalan sampah dari tiga wilayah yaitu Kabupaten Bantul, Sleman dan Kota Jogja.

Kepala TPST Piyungan Sarjani mengatakan, lahan seluas 2.300 meter persegi itu menjadi tidak afektif bila hanya sekadar menampung sampah tanpa menerapkan teknologi pengolahan sampah. “Kalau lahan itu cuma untuk menampung sampah dibuang ke situ, dua tiga tahun sudah penuh,” kata Sarjani pekan lalu.

Pemerintah DIY kata dia harus menyiapkan teknologi pengolahan sampah agar lahan tersebut dapat berumur panjang. Sarjani membyangkan, lahan itu hanya sebagai tempat yang disiapkan untuk pemilahan dan pengolahan sampah saja bukan menampung sampah. “Misalnya lahan itu dibagi dua, satu tempat memilah sampah, satunya pengolahan sampah,” papar dia.

Sampah bisa diolah menjadi energi listrik atau lainnya. Saat ini Pemerintah DIY telah membentuk satuan kerja untuk menangani masa depan TPST Piyungan yang kini sudah overload alias kelebihan beban tersebut. Pemerintah sebelumnya telah membeli lahan baru seluas 2.300 hektare untuk memperluas lahan yang ada saat ini lantaran sudah kelebihan beban.

Namun, lahan baru tersebut belum bisa digunakan karena belum dipersiapkan. Menurut Sarjani, lahan perlu diratakan serta dibangun akses jalan kendaraan menuju lokasi TPST yang baru.

lowongan pekerjaan
PT.Swadharma Sarana Informatika, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Jokowi Raja Batak

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (13/01/2018). Esai ini karya Advent Tarigan Tambun, inisiator Sinabung Karo Jazz 2017. Alamat e-mail penulis adalah atambun@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Saya bukan ahli budaya Batak. Dengan jujur saya harus mengatakan bahwa pengetahuan saya tentang budaya…