Logo Twitter (techonshow.com) Logo Twitter (Twitter)
Senin, 2 Oktober 2017 05:00 WIB JIBI/Solopos.com/Newswire Internasional Share :

Saudi Buru Akun Twitter yang Ancam Bunuh Pendukung Izin Mengemudi untuk Wanita

Pengguna Twitter yang tidak disebutkan namanya itu diduga telah menyebut orang-orang yang mendukung wanita mengemudi sebagai orang yang harus dibunuh.

Solopos.com, RIYADH – Otoritas penyidikan Arab Saudi menerbitkan perintah penangkapan terhadap seorang pengguna Twitter, yang meminta agar siapa saja yang mendukung wanita mengemudi untuk dibunuh.

Pengumuman jaksa diajukan dua hari setelah surat perintah penangkapan terpisah dikeluarkan untuk seorang pria yang mengancam dalam video klip yang diunggah dalam jaringan untuk menyerang pengemudi perempuan.

Dilansir Reuters mengutip surat kabar Asharq al-Awsat, Sabtu (30/9/2017), pengguna Twitter yang tidak disebutkan namanya itu diduga telah menyebut orang-orang yang mendukung wanita mengemudi sebagai orang yang harus dibunuh.

Meski disambut baik oleh publik, kebijakan izin mengemudi untuk wanita di Arab Saudi juga mendapat tentangan. Salah satu kelompok oposisi secara diam-diam mendapat dukungan selama beberapa dasawarsa dari ulama terkemuka.

Dalam pernyataan tersebut, jaksa berjanji untuk memantau ancaman pelecehan dan mengajukan kasus melawan orang-orang yang menghasut serangan terhadap masyarakat dan pelanggaran terhadap hak orang lain.

Raja Salman mengumumkan perubahan bersejarah tersebut pada Selasa, mengakhiri tradisi konservatif yang membatasi gerak perempuan, yang dilihat oleh aktivis hak asasi manusia sebagai lambang penindasan mereka di Kerajaan Arab Saudi.

Arab Saudi adalah satu-satunya negara terakhir di dunia yang melarang perempuan mengemudi, dan kebijakan tersebut secara resmi berakhir pada Juni 2018 setelah komite menteri melaporkan langkah-langkah yang diperlukan untuk implementasi perintah kerajaan tersebut.

lowongan pekerjaan
PT.Swadharma Sarana Informatika, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Perempuan Melawan Pelecehan Seksual

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (16/01/2018). Esai ini karya Evy Sofia, alumnus Magister Sains Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah evysofia2008@gmail.com.  Solopos.com, SOLO—Empathy is seeing with the eyes of another, listening with the ears of another,…