(kiri-kanan) Direktur Utama BPD DIY, Bambang Setiawan bersamaDirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Redonnyzar Moenek, Koordinator Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan Wilayah Timur OJK, Ahmad Fauzi, Pakar Ekonomi UGM, Moedrajat Kuncoro dan Direktur Eksekutif Asbanda, Wimran Ismaun menjadi pembicara pada Sosialisasi dan Seminar Program Transformasi Bank BPD DIY di Depok, Sleman, Kamis (15/9). Seminar perbankan tersebut bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, komitmen serta dukungan dari segenap pemangku kepentingan terhadap peningkatan peran BPD dalam pembangunan daerah. (Gigih M. Hanafi/JIBI/Harian Jogja) (kiri-kanan) Direktur Utama BPD DIY, Bambang Setiawan bersamaDirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Redonnyzar Moenek, Koordinator Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan Wilayah Timur OJK, Ahmad Fauzi, Pakar Ekonomi UGM, Moedrajat Kuncoro dan Direktur Eksekutif Asbanda, Wimran Ismaun menjadi pembicara pada Sosialisasi dan Seminar Program Transformasi Bank BPD DIY di Depok, Sleman, Kamis (15/9). Seminar perbankan tersebut bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, komitmen serta dukungan dari segenap pemangku kepentingan terhadap peningkatan peran BPD dalam pembangunan daerah. (Gigih M. Hanafi/JIBI/Harian Jogja)
Senin, 2 Oktober 2017 04:55 WIB Bernadheta Dian Saraswati/JIBI/Harian Jogja Ekonomi Share :

PERBANKAN
BPD Harus Bertransformasi

BPD harus berani berekspansi seiring tuntutan zaman saat ini

Solopos.com, JOGJA- Bank Pembangunan Daerah (BPD) harus melakukan transformasi untuk bisa menjadi regional champion dan menghadapi era globalisasi.

Pengamat Ekonomi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Mudrajad Kuncoro mengatakan, hampir semua BPD ingin menjadi regional champion atau market leader di daerahnya. Kendati demikian, BPD tetap harus melakukan transformasi khususnya menghadapi era globalisasi seperti sekarang.

“BPD harus memperluas diversifikasi, tapi ada batasnya. Kalau diversifikasi membuat rugi, kembalilah pada core bisnisnya,” kata dia, Sabtu (29/9/2017).

Selain itu, BPD juga perlu menyesuaikan diri dengan perkembangan informasi dan teknologi (IT) yang diaplikasikan dalam produk dan layanannya, seperti dengan pembayaran elektronik (e-money). Berdasarkan data yang dimilikinya, pangsa BPD di Indonesia jika dilihat dari sisi asetnya hanya sekitar 7,8% dari total aset perbankan secara nasional.

Besaran tersebut setara dengan aset 10 bank asing tetapi jauh di bawah bank swasta. Ia menyebutkan, sampai Juni 2017, aset BPD Rp617,8 triliun atau meningkat 4,2% dari tahun sebelumnya. Mudrajad mengakui, permasalahan modal dan kurangnya daya saing masih menjadi kendala umum BPD sehingga BPD harus berani berekspansi seiring tuntutan zaman saat ini.

lowongan pekerjaan
PT. ATALIAN GLOBAL SERVICE, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

BERITA TERPOPULER
Crane Ambruk Hingga Cerita Foto Jokowi Lap Sepatu Pakai Tisu

Berita terpopuler Solopos.com hari ini adalah berita tentang Crane pembangunan hotel roboh menimpa rumah Ketua RT. Solopos.com, SOLO – Kecelakaan kerja terjadi dalam proses pembangunan Hotel Swiss Bell di Kampung Cinderejo Lor, RT002/RW006, Gilingan, Banjarsari, Solo. Crane milik PT Surya…