Payung Teduh menyanyikan Akad saat Speechta Fest 2017 di lapangan parkir Stadion Manahan, Solo, Jumat (29/9/2017) malam. (M. Ferri Setiawan/JIBI/Solopos) Payung Teduh menyanyikan Akad saat Speechta Fest 2017 di lapangan parkir Stadion Manahan, Solo, Jumat (29/9/2017) malam. (M. Ferri Setiawan/JIBI/Solopos)
Senin, 2 Oktober 2017 08:00 WIB Ika Yuniati/JIBI/Solopos Issue Share :

Payung Teduh Ajak Peneduh Peduli Gunung Agung Bali

Ribuan pengungsi akibat status Gunung Agung menjadi awas memunculkan kepedulian sesama.

Solopos.com, SOLO — Nama band beraliran folk Payung Teduh sedang naik daun. Panggung musik mereka selalu dibanjiri ribuan penggemar yang biasa disebut Peneduh.

Kepopuleran kian menanjak setelah merilis single terbaru berjudul Akad yang selalu menempati posisi tertinggi di tangga lagu teratas.

Kreativitas grup indie dengan narasi romantis ini memang tak pernah mati. Selesai album Payung Teduh mereka berencana merilis Ruang Tunggu yang digarap lebih serius bersama komposer Sadrah Lucas.

Tak sekadar bermain musik, band yang digawangi Mohammad Istiqamah Djamad (vokalis) Comi Aziz Kariko (contra bass) Alejandro Saksakame (drummer), dan  Ivan Penwyn (gitarlele) juga kerap mengkampanyekan peduli sosial.

Saat mengisi panggung Speech Therapy Festival (Speechtafest), di area Stadion Manahan Solo, Jumat (29/9/2017) malam sang Vokalis mengajak penonton bersimpati atas bencana Gunung Agung di Bali. Selesai lagu kedua Kucari Kamu, Is, meminta para Peneduh merenung sejenak untuk berdoa terhadap keselamatan para korban gunung aktif tersebut.

Setelah itu ia mengajak penonton menyumbang seiklasnya. “Ada kebahagiaan, ada kesedihan. Untuk teman-teman semua mari berdoa sebentar untuk teman-teman kita di Gunung Agung. Saya meminta juga kalian menyisihkan sedikit uang untuk disumbangkan ke mereka. Yang enggak bisa malam ini, bisa berdonasi di lain waktu dengan cara lain,” kata dia.

Sesuai janjinya Is melaporkan hasil sumbangan penonton melalui akun instagram pribadi @Pusakata. Dalam unggahannya ia menulis dana yang dikumpulkan Peneduh Solo mencapai Rp2,08 juta. Sebelumnya ia juga aktif mengampanyekan peduli pengungsi Gunung Agung melalui beberapa postingan foto.

Tak hanya Payung Teduh, berbagai cara dilakukan musisi tanah air untuk meringankan penderitaan korban erupsi Gunung Agung. Salah satunya Indra Lesmana  yang menggelar acara di Klungkung, Bali, bersama musikus lain seperti Gigi, dan Dewa Budjana.

lowongan pekerjaan
PT. SO GOOD FOOD, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

Kawasan Pantai Dipasangi Rambu, Kenapa?

Sedikitnya ada delapan rambu rawan longsor di sejumlah titik yang dinilai sebagai zona bahaya Solopos.com, GUNUNGKIDUL—Datangnya musim hujan mulai diwasapai, pasalnya hal itu dapat mengakibatkan sejumlah bukit di sepanjang wilayah pantai mudah longsor. Untuk itu sejumlah rambu peringatan rawan longsor…