Sampah berserakan hingga ke jalanan menuju kawasan relokasi pedagang Pasar Johar di dekat Masjid Agung Jawa Tengah (Jateng), Kota Semarang, Jateng. (Facebook.com-Suwito Wito) Sampah berserakan hingga ke jalanan menuju kawasan relokasi pedagang Pasar Johar di dekat Masjid Agung Jawa Tengah (Jateng), Kota Semarang, Jateng. (Facebook.com-Suwito Wito)
Senin, 2 Oktober 2017 08:50 WIB JIBI/Solopos/Antara Semarang Share :

PASAR TRADISIONAL SEMARANG
Pedagang Kompak, Lahan Relokasi Ramai Pembeli

Pasar tradisional Johar di Kota Semarang direvitalisasi, kalangan DPRD meminta para pedagangnya rela direlokasi.

Solopos.com, SEMARANG — DPRD Kota Semarang meminta seluruh pedagang Pasar Johar mendukung revitalisasi pasar tradisional Kota Semarang itu, khususnya untuk tahap kedua pemindahan mereka di tempat relokasi. Diyakini, seandainya semua pedagang di kompleks Pasar Johar kompak pindah ke lahan relokasi, maka pasar sementara itu bakal ramai didatangi pembeli.

“Ikuti saja program pemerintah membangun Pasar Johar baru dan pemugaran yang bangunan cagar budaya agar bisa berjalan lancar,” tutur Ketua Komisi B DPRD Kota Semarang Agus Riyanto Slamet di Kota Semarang, Jateng, Jumat (29/9/2017).

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu meminta seluruh pedagang Johar, seperti di Pasar Yaik Baru dan Pasar Kanjengan yang merupakan bagian dari kompleks Pasar Johar bersedian untuk direlokasi. Saat ini, terang dia, Pemerintah Kota Semarang sedang menyiapkan pembangunan lapak sementara Pasar Johar II di kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Semarang untuk merelokasi pedagang pasar tradisional Kota Semarang yang tersisa.

Untuk pedagang Pasar Johar yang terdampak langsung dengan kebakaran yang menghanguskan pasar itu beberapa tahun lalu sudah menempati lebih dulu di lapak sementara Pasar Johar I hingga sekarang ini. “Kalau pedagang tidak mau direlokasi di lapak sementara Pasar Johar II maka akan menghambat pembangunan. Dampaknya, realisasi pembangunan Pasar Johar baru terganggu, tidak akan selesai-selesai,” katanya.

Menurut dia, sepinya pengunjung sebenarnya bisa teratasi jika seluruh pedagang kompak untuk menempati tempat relokasi, sebab pasti masyarakat yang mencari kebutuhan dari pasar-pasar tradisional itu akan mendatangi lahan relokasi tersebut. “Jika para pedagang Pasar Johar semuanya berada di tempat relokasi di MAJT, masyarakat juga akan mencarinya ke sana karena bagaimanapun Pasar Johar menjadi jujukan [tujuan] untuk memenuhi kebutuhan,” katanya.

Diakuinya, diperlukan kesadaran bersama dari seluruh pedagang untuk segera menempati tempat relokasi begitu rampung dibangun sehingga pembangunan pasar tradisional Kota Semarang bisa segera dilakukan dan dirampungkan. “Sesuai rencana, Pasar Johar baru dan penataan kawasan sekitarnya selesai awal 2020. Nantinya, para pedagang yang selama ini menempati relokasi bisa menempati kembali Pasar Johar,” pungkas Agus.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang Fajar Purwoto menjelaskan saat ini tengah proses pengerjaan tempat relokasi tahap II di kawasan MAJT yang ditargetkan selesai 15 Desember 2017. “Setelah tempat relokasi jadi, ya, pedagang harus pindah ke sana [tempat relokasi]. Kami berharap tidak ada penolakan dari pedagang agar pembangunan Pasar Johar baru berjalan lancar,” katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

PENGHUJAN 2017
BPBD Jateng: Jangan Main Ponsel saat Hujan!

Penghujan 2017 disongsong BPBD Jateng dengan mengingatkan masyarakat agar tak menggunakan telepon seluler saat hujan. Solopos.com, SEMARANG — Menjelang puncak musim penghujan 2017, masyarakat Jawa Tengah diingatkan agar tidak menggunakan pesawat telepon seluler (ponsel) saat hujan. Bermain ponsel saat hujan…