Kevin De Bruyne (JIBI/REUTERS/Phil Noble)
Senin, 2 Oktober 2017 00:30 WIB Hanifah Kusumastuti/JIBI/Solopos Inggris Share :

LIGA INGGRIS
De Bruyne Bikin Chelsea Menyesal Menjualnya

Liga Inggris diwarnai dengan Kevin De Bruyne yang tampil cemerlang.

Solopos.com, LONDON — Kevin de Bruyne membuat Chelsea menyesal pernah menyia-nyiakan dirinya saat masih berada di Stamford Bridge pada 2012-2014.

Saat itu, De Bruyne hanya mendapat kesempatan bermain tiga laga berkostum Chelsea. Ia sempat dipinjamkan ke Werder Bremen,  kemudian hijrah ke Wolfsburg dan akhirnya kembali ke Inggris bersama Manchester City pada 2015.

Namun, De Bruyne berhasil memberi pelajaran kepada tim London Barat tersebut. Pemain berjuluk The Ginger Pele melepaskan gol spektakuler dari luar kotak penalti untuk mengoyak jala Chelsea di Stamford Bridge, London, Sabtu (30/9/2017). Gol semata wayang dari De Bruyne itu membuat City menang 1-0 di markas tim juara bertahan Liga Premier.

“Jujur, saya tidak tahu, dengan apa yang terjadi di masa lalu [saat Chelsea era Jose Mourinho melepas De Bruyne]. Namun, kami bicara mengenai seorang pemain top, pemain komplet. Dia bagus, secara teknik, kecepatan, dan dia kerja keras untuk tim. Da pemain komplet,” ujar Antonio Conte seperti dilansir theguardian.com.

De Bruyne memang memiliki banyak kelebihan.  Saat kembali ke markas mantan timnya, De Bruyne tak hanya mencetak gol kemenangan pada menit ke-67. Ia mengkreasi enam peluang dan mengirim 10 crossing dari sayap.

“Dia benar-benar bisa melakukan segalanya. Dengan bola, dia pria yang bisa menempatkan diri di posisi berbeda, dengan assist pendek dan panjang. Setelah tanpa bola, dia menjadi pria rendah hati, pria yang tak segan mengatakan: jika saya harus berlari 100 km untuk mereka, saya akan lakukan itu,” puji Guardiola, seperti dikutip espnfc.com.

Tuah Ginger Pele membuat City kembali melesat ke pucuk klasemen Liga Premier setelah beberapa jam sebelumnya dikuasai Manchester United yang menang telak 4-0 atas Crystal Palace.  Duo Manchester, yang belum pernah menelan kekalahan, melanjutkan persaingan sengit di papan atas dengan nilai masing-masing 19 poin dari tujuh pertandingan. Sementara Chelsea melorot ke posisi ketiga dengan disalip Tottenham Hotspur yang bertengger di peringkat ketiga di bawah duo Manchester.

“Ini baru September, Chelsea menang beruntun beberapa kali pada musim lalu. Mereka tidak terkalahkan dan juara liga. Tentu musim ini mereka punya masalah baru karena mereka bermain tiga hari sekali [dengan lolosnya Chelsea ke Liga Champions musim ini],” urai Guardiola.

“Ini lebih sulit. Kami masih harus bersaing dengan United. Kami juga bersaing dengan Tim Harry Kane [Tottenham] yang selalu mencetak dua atau tiga gol setiap laga. Jose [Mourinho] bersama United selalu berat.”

lowongan pekerjaan
Penerbit Ziyad Visi Media, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Calon Tunggal dan Disfungsi Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (10/01/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universitas Sebelas Maret Solo. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada 2018 ini 171 daerah provinsi/kabupaten/kota akan menyelenggarakan pemilihan kepala daerah secara serentak….