Ilustrasi (Dok/JIBI/Solopos)
Senin, 2 Oktober 2017 16:40 WIB Bernadheta Dian Saraswati/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

LAYANAN PENERBANGAN JOGJA
Penumpang Lion Air Tunggu Pesawat Hingga Tujuh Jam

Pesawat Lion Air terlambat selama tujuh jam.

Solopos.com, JOGJA–Maskapai penerbangan Lion Air mengalami keterlambatan pemberangkatan sejak Minggu (1/10/2017) malam. Akibatnya, penumpang harus menunggu berjam-jam.

Salah satu calon penumpang dari Jogja yang hendak ke Jakarta mengalami keterlambatan selama tujuh jam. Perempuan yang enggan disebutkan identitasnya ini seharusnya berangkat pada Senin (2/10/2017) pagi pukul 7.50 WIB. “Sekarang [pukul 15.10 WIB] lagi diminta naik ke pesawat. Ini saya saya sudah duduk di pesawat,” katanya saat dihubungi harianjogja.com, Senin sore.

Selama mengalami keterlambatan, ia dan rombongan sebanyak 35 orang yang hendak menuju Jakarta untuk mengikuti acara dengan Presiden Joko Widodo tersebut tidak mendapatkan konfirmasi dari pihak maskapai. “Dibilangnya cuma kendala operasional,” imbuhnya.

Menurutnya hampir semua penerbangan Lion Air hari ini mengalami delay atau penundaan. “Tadi sebelah saya itu harusnya berangkat ke Padang tadi malam [Minggu malam] jam 10 tapi akhirnya baru berangkat pagi tadi jam sembilan. Akhirnya diinapkan,” katanya.

Atas keterlambatan yang dialami, ia mendapatkan uang ganti rugi Rp300.000. “Pemberian uang kompensasinya itu enggak diumumin lewat pengeras tapi cuma dari mulut ke mulut. Tahu dari orang samping aja. Jadi kalau ada yang enggak dengar ya dia enggak dapat [Rp300.000],” tuturnya.

Sementara pihak Lion Air belum memberikan respon. Communication & Legal Section Head PT Angkasa Pura 1 Bandara International Adisutjipto, Liza Anindya Rahmadiani menyampaikan, On Time Performance (OTP) setiap maskapai akan dievaluasi setiap bulan. “Kita sebagai pengelola bandara selalu memperhatikan itu [OTP] karena akan berdampak pada pengguna jasa layanan bandara,” katanya.

lowongan pekerjaan
PT.Swadharma Sarana Informatika, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Calon Tunggal dan Disfungsi Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (10/01/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universitas Sebelas Maret Solo. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada 2018 ini 171 daerah provinsi/kabupaten/kota akan menyelenggarakan pemilihan kepala daerah secara serentak….