Ilustrasi pasukan pemadam kebakaran menghadapi amukan si jago merah. (JIBI/Solopos/Antara/Aji Styawan) Ilustrasi pasukan pemadam kebakaran menghadapi amukan si jago merah. (JIBI/Solopos/Antara/Aji Styawan)
Senin, 2 Oktober 2017 09:05 WIB JIBI/Solopos/Antara Madiun Share :

KEBAKARAN NGANJUK
Si Jago Merah Mengamuk di Pasar Kertosono

Kebakaran Nganjuk terjadi di Pasar Kertosono.

Solopos.com, NGANJUK — Pasar Kertosono di Kabupaten Nganjuk terbakar, Minggu (1/10/2017) malam. Api diduga bersumber dari salah satu kios dan menjalar ke kios lainnya.

“Saat ini, tim pemadam masih berupaya keras memadamkan api. Ini ada dari PMK Kabupaten Nganjuk, Jombang, serta dari PG Lestari, yang membantu pemadaman api,” kata Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemkab Nganjuk Agus Irianto saat dihubungi lewat telepon seluler, Minggu malam.

Pasar Kertosono terletak di Kelurahan Banaran, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, dan merupakan salah satu pasar tradisional di kabupaten tersebut. Di lokasi itu, terdapat ratusan pedagang yang setiap hari berjualan.

Agus Irianto menambahkan kebakaran terjadi sekitar pukul 22.00 WIB. Diduga, karena banyak bahan-bahan yang mudah terbakar, api sangat cepat membakar kios lainnya.

“Menurut informasi, api bersumber dari salah satu kios, diduga karena arus pendek. Saat ini, petugas masih berupaya memadamkan api,” kata dia.

Pemkab bsejauh ini elum mengetahui dengan pasti berapa jumlah kios yang terbakar serta kerugian yang diderita.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nganjuk Sukoyono mengatakan sudah mengirim mobil pemadam kebakaran menuju ke lokasi.

“Ini petugas juga berupaya terus memadamkan api di pasar. Ini truk tangki juga terus diisi air dikirim ke lokasi kebakaran,” kata Sukoyono.

Lokasi kebakaran itu juga menjadi tontonan warga. Mereka bahkan berdesak-desakan menonton proses pemadaman api.

lowongan pekerjaan
marketing, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

PENGHUJAN 2017
BPBD Jateng: Jangan Main Ponsel saat Hujan!

Penghujan 2017 disongsong BPBD Jateng dengan mengingatkan masyarakat agar tak menggunakan telepon seluler saat hujan. Solopos.com, SEMARANG — Menjelang puncak musim penghujan 2017, masyarakat Jawa Tengah diingatkan agar tidak menggunakan pesawat telepon seluler (ponsel) saat hujan. Bermain ponsel saat hujan…