Dua wisman asal Inggris bersantai di Patal Kikian, Sidemen, Karangasem, Bali, yang berlatar belakang Gunung Agung, Jumat (29/9/2017). (Feri Kristianto/JIBI/Bisnis)
Senin, 2 Oktober 2017 13:05 WIB JIBI/Solopos/Antara Madiun Share :

Jatim Siapkan Pengungsian dan Masker untuk Pengungsi Gunung Agung Bali

Aktivitas vulkanis Gunung Agung di Bali membuat warga sekitarnya mengungsi.

Solopos.com, SURABAYA — Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) menyiapkan tempat pengungsian jika sewaktu-waktu ada limpahan pengungsi Gunung Agung di Bali. Lokasi pengungsian disiapkan di Banyuwangi, Situbondo, Bondowoso hingga Lumajang.

Selain itu, Pemprov Jatim juga menyediakan 850.000 masker untuk mengantisipasi dampak Gunung Agung di Bali jika suatu saat meletus. “Jatim siap membantu semampunya, termasuk menyiapkan 850.000 masker,” ujar Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf di Surabaya, Senin (2/10/2017).

Dia meminta masyarakat di sekitar perbatasan dengan Bali yakni Kabupaten Banyuwangi dan sekitarnya tetap tenang serta menyiapkan diri mengantisipasi apa pun yang terjadi.

Gus Ipul, sapaan akrab Saifullah Yusuh, menambahkan persiapan masker dilakukan di Jatim yang terdistribusi mulai dari Banyuwangi hingga ke Pasuruan, termasuk sampai ke daerah Malang.

“Kewaspadaan ancaman debu Gunung Agung dilakukan hingga ke Pasuruan karena menurut catatan sejarah ketika Gunung Agung meletus pada 1963, dampak abu letusan sampai ke wilayah Madura,” ungkap Gus Ipul.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika mencatat sejak 27 September 2017, arah angin selalu berembus ke barat sehingga letusan Gunung Agung kemungkinan akan berdampak hingga ke Jatim.

Gus Ipul melanjutkan untuk jalur transportasi, Dinas Perhubungan Provinsi juga telah siap menambah jadwal kereta api dan bus ke Banyuwangi jika memang diperlukan.

Tak itu saja, Pemprov Jatim telah mengorganisasi sukarelawan dari 165 organisasi yang siap mendukung kegiatan kemanusiaan jika Gunung Agung meletus, termasuk Basarnas yang berkantor di Surabaya juga telah siap sewaktu-waktu dibutuhkan.

Begitu juga Palang Merah Indonesia (PMI) yang  telah diajak koordinasi dan menyatakan kesiapsiagaannya, terutama PMI Banyuwangi hingga ke Probolinggo. “Seluruh bantuan dan komando kesiapsiagaan akan dilakukan oleh BPBD Jatim. Untuk saat ini, BPBD sendiri telah mengirimkan dua unit mobil dapur umum dan mengirimkan 15 personel ke Bali,” katanya.

lowongan pekerjaan
Carmesha Music School, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

PENGHUJAN 2017
BPBD Jateng: Jangan Main Ponsel saat Hujan!

Penghujan 2017 disongsong BPBD Jateng dengan mengingatkan masyarakat agar tak menggunakan telepon seluler saat hujan. Solopos.com, SEMARANG — Menjelang puncak musim penghujan 2017, masyarakat Jawa Tengah diingatkan agar tidak menggunakan pesawat telepon seluler (ponsel) saat hujan. Bermain ponsel saat hujan…