Ilustrasi aktivitas dalam Diksamendispra IPDN angkatan ke-28 tahun 2017 di Akpol Semarang. (Youtube.com) Ilustrasi aktivitas dalam Diksamendispra IPDN angkatan ke-28 tahun 2017 di Akpol Semarang. (Youtube.com)
Senin, 2 Oktober 2017 14:50 WIB JIBI/Solopos/Newswire Semarang Share :

Ini Sebab Praja IPDN Dilatih di Akpol Semarang

Pendidikan Dasar Mental Disiplin Praja (Diksarmendispra) di Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang menelan korban jiwa.

Solopos.com, SEMARANG — Pendidikan Dasar Mental Disiplin Praja (Diksarmendispra) Institut Pemerintah Dalam Negeri (IPDN) yang diikuti Dhea Rahma Amanda, 17, calon praja angkatan ke-28 yang meninggal mendadak, Minggu (1/10/2017), sudah kali ketiga digelar di Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang. Dua angkatan sebelumnya diklaim IPDN maupun Akpol berhasil dan berjalan lancar tanpa insiden.

“Sejak angkatan 01 [angkatan ke-26 IPDN] itu jadi bahan evakuasi kami, ternyata nilai tertinggi diperoleh oleh praja yang telah mengikuti diksar di Akpol. Makanya kita lanjutkan yang kedua dan ketiga ini. Karena dasar itulah, kami meminta persetujuan Mendagri, dan beliau menyetujui makanya kita lakukan di Akpol lagi,” kata Gubernur IPDN Ermaya Suradinata, kepada awak media massa di RS Bhayangkara Semarang.

Dia menjelaskan, institusi pendidikan IPDN dan Akpol berperan mencetak abdi negara yang memiliki tugas serta fungsi yang nyaris sama. Apalagi, dalam pelaksanaan tugas juga akan selalu bersinergi untuk melayani masyarakat.

“Tugas dan fungsi pamong praja dengan polisi itu seringnya bersamaan dan lebih dekat. Saat memberikan pengayoman, perlindungan, pelayanan itu kan tugasnya pokok sama. Jadi semangat melayani, melindungi, jauh lebih tinggi [setelah mengikuti pendidikan dasar],” terangnya sebagaimana dikutip laman aneka berita Okezone.com.

Hal senada disampaikan Gubernur Akpol, Irjen Pol. Rycko Amelza Dahniel, yang menyatakan IPDN dan Akpol mempunyai tugas serupa dalam mengedukasi masyarakat. Gagasan diksar itu muncul kali pertama saat dia masih di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) bertemu dengan Gubernur IPDN Ermaya Suradinata, tiga tahun silam.

“Ini angkatan ketiga. Diksar ini gagasan Prof. Maya [Gubernur IPDN Ermaya Suradinata], yang ingin mereformasi pendidikan di IPDN. Karena ada kesamaan tugas pokok, oleh karena itu pendidikan dasar dilakukan di kepolisian. Sejak awal anak-anak kita sudah diperkenalkan dengan taruna di Akpol, hubungan saudara asuh sudah dibangun, karena tugas di masyarakat nanti mereka akan paralel,” tandasnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

PENGHUJAN 2017
BPBD Jateng: Jangan Main Ponsel saat Hujan!

Penghujan 2017 disongsong BPBD Jateng dengan mengingatkan masyarakat agar tak menggunakan telepon seluler saat hujan. Solopos.com, SEMARANG — Menjelang puncak musim penghujan 2017, masyarakat Jawa Tengah diingatkan agar tidak menggunakan pesawat telepon seluler (ponsel) saat hujan. Bermain ponsel saat hujan…