Siswa-siswi SMP Negeri 1 Bantul memperagakan kreasi baju batik dalam kegiatan bertajuk Fashion Show on The Street di perempatan Klodran, Bantul pada Senin (02/10/2017). (Rheisnayu Cyntara/JIBI/Harian Jogja) Siswa-siswi SMP Negeri 1 Bantul memperagakan kreasi baju batik dalam kegiatan bertajuk Fashion Show on The Street di perempatan Klodran, Bantul pada Senin (02/10/2017). (Rheisnayu Cyntara/JIBI/Harian Jogja)
Senin, 2 Oktober 2017 11:40 WIB Rheisnayu Cyntara/JIBI/Harian Jogja Bantul Share :

HARI BATIK NASIONAL
Heboh Siswa SMP di Bantul Peragaan Busana di Jalan Raya

SMP Negeri 1 Bantul memperingati Hari Batik Nasional dengan peragaan busana di jalan raya.

Solopos.com, BANTUL–Ada yang berbeda di lampu merah perempatan Klodran, Bantul pada Senin (02/10/2017) pagi. Puluhan remaja berbaju batik menabuh gamelan dan angklung dengan irama rancak, mengiringi kawan-kawannya yang berlenggak-lenggok mengenakan baju batik. Mereka merupakan siswa dan siswi SMP Negeri 1 Bantul yang sedang memperingati Hari Batik Nasional dengan mengadakan kegiatan bertajuk Fashion Show on The Road.

Kepala SMP Negeri 1 Bantul Tri Kartika Rina mengatakan, kegiatan ini dilangsungkan dengan harapan para siswa makin mencintai budaya leluhur. Apalagi batik telah diakui lembaga kebudayaan dunia UNESCO sebagai warisan budaya dunia pada 2009 lalu. Maka menurutnya sudah sepatutnya generasi muda melestarikan budaya leluhur ini. Terkait lokasi kegiatan yang tak lazim, Tri menuturkan hal tersebut dilakukan agar para siswa punya kesan dan lebih menarik. “Lokasinya strategis untuk mengingatkan masyarakat tentang hari batik,” katanya. Mengenakan batik baginya juga bisa mengasah karakter karena siswa belajar melestarikan warisan budaya.

Tri juga menambahkan seluruh batik yang dikenakan oleh siswa siswinya merupakan hasil kreasi mereka sendiri. Di sekolah, mereka mendapatkan muatan lokal batik berupa ketrampilan membatik. Kain batik itu kemudian dijahit menjadi pakaian oleh salah satu guru yang mempunyai ketrampilan menjahit.

lowongan pekerjaan
PT.SEJATI CIPTA MEBEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Calon Tunggal dan Disfungsi Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (10/01/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universitas Sebelas Maret Solo. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada 2018 ini 171 daerah provinsi/kabupaten/kota akan menyelenggarakan pemilihan kepala daerah secara serentak….