Beragam sayuran hijau dijual di Pasar Jangkang, Ngemplak, Sleman, Senin (2/10/2017). Diprediksi sayuran seperti kangkung, bayam, dan sawi akan mengalami kenaikan harga memasuki musim hujan ini. (Bernadheta Dian Saraswati/ JIBI/ Harian Jogja) Beragam sayuran hijau dijual di Pasar Jangkang, Ngemplak, Sleman, Senin (2/10/2017). Diprediksi sayuran seperti kangkung, bayam, dan sawi akan mengalami kenaikan harga memasuki musim hujan ini. (Bernadheta Dian Saraswati/ JIBI/ Harian Jogja)
Senin, 2 Oktober 2017 17:40 WIB Bernadheta Dian Saraswati/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

HARGA PANGAN DIY
Musim Hujan, Harga Sayur Bisa Naik Tiga Kali Lipat

Harga sayur-mayur di DIY diprediksi akan melonjak naik memasuki musim hujan.

Solopos.com, JOGJA-Intensitas hujan yang mulai meningkat diprediksi akan berdampak pada harga sayuran. Sayuran jenis daun-daunan seperti bayam, kangkung, dan sawi diprediksi akan mengalami dampak yang paling besar dengan harganya yang meningkat sampai tiga kali lipat.

Agustina, pedagang sayuran di Pasar Jangkang, Ngemplak, Sleman mengatakan, saat ini harga bayam dan kangkung memang masih dijual murah yaitu Rp1.000 per ikat. “Ini hujannya kan belum banyak. Nanti kalau sudah benar-benar musimnya [hujan] harganya bisa naik dua tiga kali lipat,” ujarnya, Senin (2/10/2017).

Bayam, kangkung, dan sawi menjadi komoditas sayuran yang sangat sensitif terhadap air hujan. Jika terlalu banyak air, sayuran ini mudah busuk. “Kalau bosok [busuk], jadinya langka, akhirnya harganya mahal karena kita juga mendapatkannya susah,” lanjut Agustina.

Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY, Yuna Pancawati mengatakan, mengawali pekan pertama Oktober, perubahan harga di pasaran terjadi pada komoditas cabai keriting. Baik cabai keriting merah maupun cabai besar merah mengalami kenaikan harga dibandingkan Jumat (29/9/2017) lalu.

lowongan pekerjaan
PT.SEJATI CIPTA MEBEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Koes Plus dalam Peta Musik Indonesia

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (08/01/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Wonogiri. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada Jumat, 5 Januari 2018, Yon Koeswoyo tutup usia. Beberapa tahun sebelumnya…