Warga Desa Ngargosari menampilkan Tari Incling Krido Mudo pada gelar seni kantong budaya di Lapangan Ngargosari, Kecamatan Samigaluh, Kulonprogo, Sabtu (30/5/2015). (JIBI/Harian Jogja/Rima Sekarani I.N.) Warga Desa Ngargosari menampilkan Tari Incling Krido Mudo pada gelar seni kantong budaya di Lapangan Ngargosari, Kecamatan Samigaluh, Kulonprogo, Sabtu (30/5/2015). (JIBI/Harian Jogja/Rima Sekarani I.N.)
Senin, 2 Oktober 2017 01:40 WIB Uli Febriarni/JIBI/Harian Jogja Kulon Progo Share :

BUDAYA JOGJA
Ingin Nilai Jogja Lestari, Desa Budaya Harus Dilindungi

Desa budaya di Kulonprogo perlu dikembangkan untuk melestarikan nilai dan karakter Jogja.

Solopos.com, KULONPROGO— Desa budaya di Kulonprogo harus selalu dikembangkan keberadaannya. Karena aktivitas di desa budaya bisa menjadi media penguatan ciri dan karakter budaya bangsa, di tingkat desa.

Diketahui saat ini, dari total 56 Desa Budaya di DIY, 15 diantaranya ada di Kulonprogo, dengan 30 pendamping dan tiga orang tim monitor.  Selain itu, Kulonprogo juga memiliki 11 Rintisan Desa Budaya, dan 62 Kantong Budaya.

Kepala Seksi Adat dan Tradisi Dinas Kebudayaan DIY, Markus Suwarisman menuturkan, jajarannya berharap desa budaya bisa menyajikan kegatan adat dan tradisi. Desa budaya hendaknya masih mempertahankan upacara adat, tidak menghilangkan ciri dan nilai-nilai falsafah hidup yang diyakini nenek moyang dalam tradisi mereka.

“Sebetulnya ada banyak aspek yang bisa dikembangkan, mulai ekonomi, sosial, budaya. Dari nilai-nilai itulah kehidupan masyarakat bisa berkembang,” kata dia, di sela Gelar Potensi Desa Budaya, di Lapangan Dusun Kepek, Desa Sendangsari, Minggu (1/10/2017).

Dengan adanya nilai dan aktivitas yang dikembangkan, maka nantinya desa budaya bisa memiliki keunggulan, dan menjadikannya sebagai karakter. Karena mau tidak mau, sebagai Daerah Istimewa Yogyakarta, setiap anggota masyarakat harus bisa menciptakan karakter kejogjaan yang kuat. Baik itu melalui aktivitas, tradisi, upacara adat, kerajinan, hingga keragaman kuliner. Gelar potensi desa budaya merupakan salah satu cara mengevaluasi, sejauh mana kemampuan desa menampilkan kekuatan adat mereka sebagai potensi budaya yang ada.

Salah seorang warga, Sri Sukamti menilai kegiatan gelar potensi desa budaya memiliki nilai positif. Karena dengan acara itu, masyarakat umum bisa mengetahu berbagai macam budaya. Terutama budaya khas masing-masing desa, yang bisa ditonjolkan.

lowongan pekerjaan
, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

PENGHUJAN 2017
BPBD Jateng: Jangan Main Ponsel saat Hujan!

Penghujan 2017 disongsong BPBD Jateng dengan mengingatkan masyarakat agar tak menggunakan telepon seluler saat hujan. Solopos.com, SEMARANG — Menjelang puncak musim penghujan 2017, masyarakat Jawa Tengah diingatkan agar tidak menggunakan pesawat telepon seluler (ponsel) saat hujan. Bermain ponsel saat hujan…