Gubernur Jateng Ganjar Pranowo di lokasi bencana tanah longsor Dusun Jemblung, Sabtu (13/12/2014). (JIBI/Solopos/Antara/Anis Efizudin Gubernur Jateng Ganjar Pranowo di lokasi bencana tanah longsor Dusun Jemblung, Sabtu (13/12/2014). (JIBI/Solopos/Antara/Anis Efizudin
Senin, 2 Oktober 2017 21:50 WIB JIBI/Solopos/Antara Semarang Share :

BENCANA JATENG
Gubernur Minta Pemda Antisipasi Banjir dan Longsor

Bencana banjir dan tanah longsor di Jateng diminta Gubernur Ganjar Pranowo diantisipasi pemerintah daerah di tingkat kabupaten dan kota.

Solopos.com, PURWOKERTO – Pemerintah daerah di tingkat kabupaten dan kota diminta Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo segera menyiapkan antisipasi terhadap kemungkinan terjadinya bencana alam banjir dan tanah longsor. Langkah antisipatif bencana khas musim penghujan itu dinilainya perlu dilakukan meskipun kii masih musim kemarau.

“Kita masih siaga kekeringan sampai dengan Oktober. Sekarang hujannya datang lebih cepat,” katanya di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Senin (2/10/2017).

Oleh karena itu, kata dia, pihaknya sudah menyampaikan prakiraan cuaca yang dikeluarkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) kepada seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah. Dalam hal ini, lanjut dia, daerah rawan banjir dan tanah longsor harus siap mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana tersebut.

Seperti diwartakan, tanah longsor telah terjadi di sejumlah wilayah Jateng pada pekan lalu, antara lain di Kabupaten Banyumas dan Banjarnegara. Kendati tidak menimbulkan korban jiwa, tanah longsor itu telah merusak beberapa rumah warga.

Sementara itu, Kepala Kelompok Teknisi Stasiun Meteorologi BMKG Cilacap Teguh Wardoyo memrakirakan awal musim hujan di Jateng rata-rata akan berlangsung mulai dasarian (10 hari) kedua bulan Oktober. “Saat ini masuk peralihan atau transisi dari musim kemarau ke musim hujan. Sementara awal musim hujan di Jawa Tengah, rata-rata diprediksikan mulai dasarian kedua bulan Oktober,” katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
PT.Swadharma Sarana Informatika, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Calon Tunggal dan Disfungsi Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (10/01/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universitas Sebelas Maret Solo. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada 2018 ini 171 daerah provinsi/kabupaten/kota akan menyelenggarakan pemilihan kepala daerah secara serentak….