Petugas SAR memberikan pertolongan terhadap salah seorang wisatawan yang tersengat inpes. Sabtu (18/7/2015).(JIBI/Harian Jogja/David Kurniawan) Petugas SAR memberikan pertolongan terhadap salah seorang wisatawan yang tersengat inpes. Sabtu (18/7/2015).(JIBI/Harian Jogja/David Kurniawan)
Minggu, 1 Oktober 2017 22:40 WIB David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja Gunung Kidul Share :

WISATA PANTAI
Hewan Laut Ini Lenyap Gara-Gara Hujan

Hujan membuat serangan hewan laut inpes di pantai selatan menghilang

Solopos.com, GUNUNGKIDUL— Hujan yang turun akhir-akhir ini membuat ancaman binatang laut inpes di kawasan pantai selatan menghilang. Total hingga saat ini ada sekitar 30-an pengunjung yang tersengat hewan sejenis ubur-ubur itu.

Koordinator SAR Satlinmas Wilayah II Gunungkidul Marjono mengatakan, ancaman serangan inpes di Pantai Selatan Menghilang. Kondisi ini terjadi karena hujan yang mulai turun. Sebagai dampaknya suhu di kawasan pantai berubah dan membuat kawanan hewan itu kembali ke tengah laut. “Kami sudah mengecek dan di kawasan pantai sudah tidak terlihat lagi,” kata Marjono Minggu (1/10/2017).

Dia menjelaskan, dengan hilangnya inpes di kawasan pantai, maka potensi korban tersengat ikut berkurang. Total selama musim kemarau terdapat 30-an pengunjung yang tersengat dan harus mendapatkan pertolongan dari petugas. “Kalau reaksi sengatan berbeda-beda dan sangat bergantung dengan kondisi fisik korban. Biasanya korban yang tersengat ada yang merasa gatal-gatal, panas, sesak nafas hingga pingsan. Kami pun bersyukur karena seluruh korban dapat diselamatkan,” ujarnya.

lowongan pekerjaan
marketing, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…