Gubernur Jateng Ganjar Pranowo berkunjung ke Bukit Tangkeban di Desa Nyalembeng, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, Jateng, Kamis (28/9/2017). (Instagram-@ganjar_pranowo) Gubernur Jateng Ganjar Pranowo berkunjung ke Bukit Tangkeban di Desa Nyalembeng, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, Jateng, Kamis (28/9/2017). (Instagram-@ganjar_pranowo)
Minggu, 1 Oktober 2017 10:50 WIB R. Wibisono/JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

WISATA JATENG
Ganjar Heran Bukit Tangkeban Pemalang Tak Terkenal di Instagram

Wisata ke Bukit Tangkeban Pemalang, Jateng menyajikan pemandangan indah meski belum terkenal di media sosial Instagram.

Solopos.com, PEMALANG – Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo menyempatkan diri menjelajahi objek wisata Bukit Tangkeban di Desa Nyalembeng, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, Jateng di sela-sela kunjungan kerjanya, Kamis (28/9/2017). Dalam kunjungan itu, gubernur yang mantan aktivis mahasiswa pencinta alam (mapala) itu memuji keindahan pemandangan Bukit Tangkeban.

Meski demikian, ia merasa heran salah satu destinasi wisata alam di Kabupaten Pemalang itu belum terkenal di media sosial Instagram. “Kok bisa ya, tempat wisata seindah ini tidak bisa saya cari di tag location Instagram. Ada yang tau ini di mana?” tulis sang gubernur Jateng di akun Instagramnya, @ganjar_pranowo.

Warganet pun tak sedikit yang mengaku tak mengetahui lokasi objek wisata tersebut. Bahkan, mereka yang mengaku sebagai warga Pemalang juga ada yang mengaku belum pernah menyambangi Bukit Tangkeban. “Mantap sekali pak @ganjar_pranowo, lokasinya di mana ini pak?” tanya pengguna akun Instagram @organik.taniutomo.

Waduuh, kulo sg tiyang Pemalang kok dereng nate mriku pak [Duh, saya orang Pemalang belum pernah ke Bukit Tangkemban],” aku pengguna akun Instagram @istie012.

Sementara itu, dikabarkan laman berita milik Pemprov Jateng, Bukit Tangkeban merupakan objek wisata yang baru tiga bulan ini dibuka. Pengelola Bukit Tangkeban, Didik Purnomo, menjelaskan konsep pengembangan salah satu bukit di lereng Gunung Slamet itu sengaja mengusung tema Bawa Perasaan (Baper) lantaran sebagian besar pengunjung adalah anak muda. Beberapa papan yang berisi kalimat baper pun terpasang di Bukit Tangkeban.

Salah satu objek wisata di Jateng itu kini dikelola anak-anak muda aktivis kelompok sadar wisata. Harga tiket masuknya pun cukup murah, yakni hanya Rp3.000/orang, sedangkan tarif parkir hanya Rp2.000/kendaraan. Pada hari kerja, Bukit Tangkeban biasanya dikunjungi 30 orang hingga 40 orang, sedangkan pada hari libur bisa mencapai kurang lebih dari 100 orang.

Ganjar yang mengakui keindahan Bukit Tangkeban pun menyatakan dukungannya untuk mengembangkan objek wisata tersebut. Bahkan di media sosial Instagram, orang nomor wahid di Jateng itu mengajak netizen untuk membuat Bukit Tangkeban menjadi viral di media sosial. “Ayo bantu viralkan potensi alam Jawa Tengah. #Pemalang,” tandas Ganjar. (Ginanjar Saputra/JIBI/Semarangpos.com)

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
CV.Indra Daya Sakti, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…