Sejumlah pekerja membenahi salah satu ruas tol Solo-Kertosono (Soker) kawasaan Ngesrep, Ngemplak, Boyolali, Minggu (1/10/2017). (Iskandar/JIBI/Solopos) Sejumlah pekerja membenahi salah satu ruas tol Solo-Kertosono (Soker) kawasaan Ngesrep, Ngemplak, Boyolali, Minggu (1/10/2017). (Iskandar/JIBI/Solopos)
Minggu, 1 Oktober 2017 17:35 WIB Iskandar/JIBI/Solopos Karanganyar Share :

TOL SOLO-KERTOSONO
Tol Soker Beroperasi mulai Januari 2018, Pekerjaan Dikebut

Tol Solo-Kertosono terus dikebut agar bisa beroperasi mulai Januari 2018.

Solopos.com, BOYOLALI — Tol Solo-Kertosono (Soker) ditargetkan beroperasi pada Januari 2018. Karena itu beberapa pembenahan bagian yang belum selesai kini terus dikebut.

“Tol ini akan dibuka kira-kira pada Januari 2018. Saat ini kami masih menyelesaikan pekerjaan fisik. Saat ini kondisi fisik tol yang rampung kira-kira 80 persen,” ujar Direktur Utama PT Solo Ngawi Jaya (SNJ), David Wijayanto, kepada wartawan di pintu tol Soker di Klodran, Colomadu, Karanganyar, Minggu (1/10/2017).

Hari itu, SNJ dan Bank Indonesia Solo serta sejumlah petinggi bank di Solo mengampanyekan elektrifikasi gerbang tol Soker. Pada acara tersebut mereka menunjukkan sejumlah kartu tol yang juga bisa digunakan di tol Soker. Untuk itu mereka meninjau pintu tol Soker di Ngasem dan Klodran.

Menurut David, pintu gerbang tol Soker ruas Solo-Ngawi nantinya ada lima lokasi. Lokasi itu tersebar di Ngasem, Klodran dan Kebakkramat di Karanganyar serta Sragen dan Ngawi. Tahun depan, tepatnya Juni, pintu gerbang itu rencananya ditambah dua lagi yaitu dekat Bandara Adi Soemarmo dan jalan raya Purwodadi. Jika dihitung dari Solo sampai Ngawi akan ada sekitar 45 gardu.

Ditanya pembenahan yang masih dilakukan, dia menyebutkan di antaranya di Kali Pepe wilayah Ngesrep, Kecamatan Ngemplak, Boyolali. Tapi yang paling banyak belum selesai adalah pada overpass atau jembatan perlintasan di kampung-kampung.

Kendalanya antara lain pembebasan lahan di beberapa wilayah yang belum selesai. Namun, dia optimistis pada Januari mendatang jalur sepanjang Solo-Ngawi sejauh 90 kilometer sudah selesai.

Sementara itu, salah seorang warga Klodran, Colomadu, Karanganyar, Wahyu, 27, berharap pada musim Lebaran 2018 tol Soker sudah bisa difungsikan secara optimal. Dengan demikian diharapkan bisa mengurangi kepadatan arus lalu-lintas di Klodran dan sekitarnya.

“Selama ini kalau mendekati musim Lebaran, arus lalu-lintas di Klodran cukup padat karena tempat ini merupakan salah satu jalur alternatif para pemudik dari Jakarta menuju ke Solo atau arah Jatim,” papar dia.

Secara terpisah, Camat Colomadu, Yophy Eko Jatiwibowo, juga menyambut baik keberadaan pintu jalan tol di wilayahnya. Karena dengan demikian akan banyak warga yang melintas di wilayahnya sehingga menjadi ramai.

“Mudah-mudahan kalau tol sudah berfungsi Klodran dan Ngasem menjadi semakin ramai dan mampu memberi kontribusi positif. Setidaknya warga bisa membuka usaha tertentu sehingga perekonomian di wilayah itu menjadi lebih dinamis,” ujar dia.

 

lowongan pekerjaan
PT SAKA JAYA ENGGAL CIPTA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…