Perwakilan enam bank se-Soloraya menunjukkan kartu pembayaran tol secara elektronik saat sosialisasi di pintu tol Klodran, Colomadu, Karanganyar, Minggu (1/10/2017). (Nicolous Irawan/JIBI/Solopos) Perwakilan enam bank se-Soloraya menunjukkan kartu pembayaran tol secara elektronik saat sosialisasi di pintu tol Klodran, Colomadu, Karanganyar, Minggu (1/10/2017). (Nicolous Irawan/JIBI/Solopos)
Minggu, 1 Oktober 2017 19:35 WIB Danur Lambang Pristiandaru/JIBI/Solopos Ekonomi Share :

TOL SOLO-KERTOSONO
Beroperasi Januari 2018, Ini 6 Bank Penyedia Layanan Pembayaran Nontunai Tol Soker

Ada enam bank yang siap melayani pembayaran nontunai tol Soker mulai Januari 2018.

Solopos.com, KARANGANYAR — Tol Solo-Kertosono (Soker) yang akan beroperasi mulai Januari 2018 dipastikan langsung menggunakan sistem pembayaran nontunai di pintu masuk tol.

Penerapan sistem nontunai itu disosialisasikan dalam Kampanye Elektronifikasi Pembayaran Jalan Tol di Pintu Tol Klodran, Karanganyar, Minggu (1/10/2017). Direktur Utama PT Solo Ngawi Jaya (SNJ) selaku pemegang konsesi jalan tol Solo-Ngawi, David Wijayanto, mengatakan mulai peresmian hingga seterusnya, jalan tol tersebut hanya melayani pembayaran nontunai untuk ongkos melintas jalan tol.

Hal itu sesuai Permen PUPR No. 16/PRT/M/2017 tentang penggunaan transaksi tol nontunai di jalan tol yang berlaku secara penuh mulai 31 Oktober menggunakan uang elektronik. Terdapat empat gerbang tol yang siap beroperasi setelah peresmian yakni Ngasem dan Klodran, Colomadu, Karanganyar; Kebakkramat, Karanganyar; dan Ngawi.

Dia menambahkan untuk mendukung pembayaran nontunai tersebut, SNJ juga akan menyediakan lajur khusus untuk mengisi saldo uang elektronik di sejumlah gerbang tol. “Januari, kami diminta BPJT [Badan Pengatur Jalan Tol] untuk mengimplementasikan pembayaran nontunai secara 100%. Diharapkan pada Januari, kami tidak menerima pembayaran ongkos tol kecuali nontunai. Jadi kami lihat perkembangannya,” jelas dia.

David menambahkan saat ini sedang berlangsung kampanye pembayaran ongkos tol nontunai secara nasional. Kampanye tersebut merupakan kerja sama antara Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Solo, PT SNJ, dan enam bank yang siap menyediakan kartu elektronik untuk pembayaran ongkos tol Solo-Ngawi.

Keenam bank tersebut adalah Bank Mandiri, Bank BRI, Bank Jateng, Bank BNI, Bank BTN, dan Bank BCA. David menambahkan penggunaan uang elektronik untuk pembayaran ongkos melintas jalan tol diklaim lebih cepat dibandingkan pembayaran tunai.

“Kalau bayar pakai sistem tunai bisa memakan waktu 10 detik. Kalau pakai uang elektronik hanya perlu waktu dua setengah hingga tiga detik. Jadi tiga sampai empat kali lebih cepat,” sambung dia.

Kepala Perwakilan BI Solo, Bandoe Widiarto, mengatakan kampanye tersebut untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat agar lebih siap mengimplementasikan pembayaran nontunai di tol Solo-Ngawi ke depannya. Kegiatan tersebut merupakan langkah awal dan upaya koordinasi antara Kantor Perwakilan BI Solo, PT SNJ, dan perbankan untuk mendorong elektronifikasi pembayaran ongkos melintas tol Solo-Ngawi secara nontunai.

“Walaupun jalannya belum siap pada Oktober ini, kami ingin memberikan pemahaman sedini mungkin kepada masyarakat. Kami sebagai regulator mengharapkan program pembayaran nontunai di tol menjadi bagian national payment gateway sehingga akan tercipta efisiensi, keamanan, dan kelancaran pembayaran,” ujarnya.

Setelah kegiatan tersebut, Bandoe mendorong perbankan gencar menyosialisasikan gerakan nasional nontunai melalui produk mereka. Kampanye tersebut juga mendukung gerakan nasional nontunai dalam rangka efisiensi perekonomian nasional.

Pembelian dan top up kartu uang elektronik sudah bisa dilakukan sejak sekarang di setiap bank. “Jadi masih ada waktu sekitar empat bulan untuk bersiap-siap memiliki kartu uang elektronik supaya bisa memanfaatkan tol Solo-Ngawi,” imbuh Bandoe.

Pimpinan BRI Cabang Solo Sudirman, A. Andy Sulistyo, mengatakan progres kesadaran masyarakan akan kehadiran kartu elektronik semakin baik dari hari ke hari. Khusus di Solo, sekitar 700 kartu Brizzi, produk kartu uang elektronik BRI, sudah tersalurkan ke masyarakat.

“Kami akan terus melakukan sosialisasi ke instansi swasta dan pemerintahan, sekolah, dan perguruan tinggi untuk produk tersebut,” ujarnya.

Kepala Pengembangan Bisnis Cabang BCA Solo, Bambang Soegijanto, berujar BCA Solo akan gencar melakukan sosialisasi ihwal produk kartu uang elektronik dari BCA, Flazz. “Kami siap untuk mendorong gerakan nontunai di Solo. Sebulan kira-kira ada 200 kartu Flazz yang terdistribusi,” paparnya.

 

lowongan pekerjaan
4 orang Penerjemah fasih berbahasa mandarin & 2 orang Sopir, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
”Akad” Populer karena Berbeda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (14/10/2017). Esai ini karya Romensy Augustino, mahasiswa Jurusan Etnomusikologi Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah romensyetno@yahoo.com. Solopos.com, SOLO – -Youtube adalah salah satu media sosial yang menjadi rujukan…