CEO SpaceX, Elon Musk, memeriksa Hyperloop Pod II 27 Agustus 2017. (JIBI/ReutersMike Blake) CEO SpaceX, Elon Musk, memeriksa Hyperloop Pod II 27 Agustus 2017. (JIBI/ReutersMike Blake)
Minggu, 1 Oktober 2017 16:30 WIB JIBI/Solopos.com/Antara Sains Share :

Tekan Pengeluaran Misi ke Mars, SpaceX Perkecil Ukuran Roket

SpaceX sekarang terfokus pada roket tunggal yang ramping dan lebih pendek.

Solopos.com, ADELAIDE – SpaceX milik Elon Musk memperkecil ukuran kapal roket yang bakal diberangkatkan ke Planet Mars. Kebijakan ini ditempuh untuk mengurangi pengeluaran perusahaan.

Dilansir News.com.au, Sabtu (30/9/2017), Musk dalam konferensi di Adelaide, Australia, mengatakan SpaceX merencanakan perjalanan pertamanya ke Planet Merah itu pada 2022, dengan hanya membawa muatan, diikuti misi terbang dengan awak pesawat pada 2024.

Misi manusia pertama NASA ke Mars diperkirakan berlangsung sekitar satu dekade mendatang.

Musk sebelumnya telah merencanakan menggunakan seperangkat kendaraan antariksa untuk mendukung kolonisasi Mars, dimulai dengan meluncurkan kapsul tanpa awak Red Dragon pada 2018, namun dia mengataka, SpaceX sekarang terfokus pada roket tunggal yang ramping dan lebih pendek.

“Kami ingin membuat kendaraan kami sekarang terlihat mubazir,” katanya.

“Kami ingin memiliki satu sistem. Jika kami bisa melakukannya, maka semua sumber dayanya… dapat diterapkan pada sistem ini. Saya merasa cukup yakin bahwa kami dapat menyelesaikan pesawat antarikasa dan siap diluncurkan sekitar lima tahun mendatang,” ujar Musk.

Menurut dia, sebagian dari bagian roket tersebut dapat digunakan kembali dan dapat terbang langsung dari Bumi ke Mars, masih dengan kemampuannya membawa 100 penumpang, dan dapat juga digunakan untuk membuat transportasi cepat di Bumi.

Sedangkan produsen pesawat Lockheed Martin mengatakan rencana terpisah untuk perjalanan Mars berawak pada Jumat, mengumumkan gambar konsep dari base camp stasiun luar angkasa yang mengorbit pada Mars dan kapal pendarat yang akan membawa empat astronot ke permukaan planet tersebut.

“Kami tahu ini dingin dan tidak menyenangkan, jadi kami mulai dengan robot dan kemudian kami turun dengan para pendarat ini,” ujar Rob Chambers, Direktur Strategi Penerbangan Luar Angkasa Lockheed, kepada Australian Broadcasting Corporation dalam wawancara.

Chambers tidak memberikan tanggal, namun misi yang direncanakan tersebut akan menjadi ekspedisi bersama dengan NASA, yang bertujuan untuk mencapai Mars selama 2030-an.

Pendiri situs Amazon.com Jeff Bezos Blue Origin juga merancang kendaraan angkat berat bernama New Armstrong yang mampu melakukan eksplorasi mendalam ke planet Mars.

lowongan pekerjaan
PD.BPR BANK BOYOLALI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Ketika Uang Tunai Terpinggirkan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Perkembangan teknologi digital yang super cepat mengubah banyak hal, baik di…