Kover film Penumpasan Pengkhianatan G30S/PKI. (istimewa/wikipedia) Kover film Penumpasan Pengkhianatan G30S/PKI. (istimewa/wikipedia)
Minggu, 1 Oktober 2017 10:30 WIB M. Ismail/JIBI/Solopos Solo Share :

Ribuan Warga Solo Nonbar Film G30S/PKI di Kota Barat

Saat pemutaran film berlangsung sepuluh menit, hujan deras terjadi di kawasan Kota Barat

Solopos.com, SOLO – Ribuan warga menghadiri acara nonton bareng (nonbar) film Penumpasan Pengkhianatan G30S/PKI di Lapangan Kota Barat, Mangkubumen, Banjarsari, Jumat (29/9/2017) malam. Acara ini diselenggarakan Korem 074/Warastratama Surakarta.

Pantauan Solopos.com, Jumat malam WIB, acara yang dijadwalkan mulai pukul 19.30 WIB ini baru dimulai pukul 20.15 WIB. Saat pemutaran film berlangsung sepuluh menit, hujan deras terjadi di kawasan Kota Barat sehingga membuat warga memilih berteduh di balik layar di tribun lapangan.

Kasrem 074/ Warastratama Surakarta, Letkol Inf Crisbianto Arimurti, mengatakan sekitar 5.000 orang menghadiri acara nonbar film G30S/PKI di Lapangan Kota Barat. Panitia acara menyediakan tiga layar besar untuk memudahkan warga dalam nonbar film.

“Kami bekerjasama dengan elemen masyarakat di Solo dalam menggelar acara nonbar ini,” ujar Crisbianto kepada wartawan, Jumat.

Menurut Crisbianto, pemutaran film Penumpasan Pengkhianatan G30S/PKI sebagai ajang edukasi kepada masyarakat khusunya generasi muda. Peristiwa G30S/SPKI 1965 merupakan sejarah kelam bagi bangsa Indonesia.

“Kami berharap dengan pemutaram film ini masyarakat tidak melupakan sejarah tentang G30S/PKI,” kata dia.

Ia menjelaskan nonbar ini merupakan instruksi langsung dari Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. Nonbar ini diikuti ormas Islam di Solo, pelajar, dan lainnya.

Perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Solo, Nur Hadi, mengapresiasi acara nonbar ini karena film Penumpasan Pengkhianatan G30S/PKI merupakan film dokumenter tentang sejarah yang pernah terjadi di Indonesia tahun 1965.

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…