Ilustrasi pupuk bersubsidi (JIBI/Solopos/Dok.) Ilustrasi pupuk bersubsidi (JIBI/Solopos/Dok.)
Minggu, 1 Oktober 2017 13:22 WIB Irwan A. Syambudi/JIBI/Harian Jogja Gunung Kidul Share :

PERTANIAN GUNUNGKIDUL
Ratusan Ton Pupuk Bersubsi Siap Didistribusikan

Pertanian Gunungkidul, kelompok tani diharapkan segera menebus

Solopos.com, GUNUNGKIDUL–Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul siap mendistribuskan ratusan ton pupuk bersubsidi. Menjelang musim tanam pada musim hujan tahun ini, sejumlah kelompok tani pun diminta segera menebus pupuk bersubsidi agar tidak terjadi penumpukan.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto mengatakan ratusan ton pupuk bersubsidi dan juga benih siap untuk didistribusikan. Hal itu mengiat musim tanam pertama pada musim hujan tahun ini akan segera tiba.

“Alokasi pupuk bersubsidi sekitar 637 ton, sekarang yang sudah terdistribusikan sekkitar 200 ton,” kata dia, Jumat (29/9/2017).

Untuk rincian pupuk bersubsidi, jenis NPK dialookasikan sebanyak 5.194 ton dan sudah terserap 38% atau 1.985 ton. Jenis SP36 dialokasikan 8.800 ton, sudah terserap 51%. Kemudian ZA 935 ton sudah terserap 461 ton atau 49%. Petrogenik dialokasikan 1.022 ton terserap 193 ton atau 18%. Sedangkan untuk pupuk Urea dialokasikan 10.930 ton, dan sudah terserap 1.282 ton.

“Saran kami agar pada September ini pupuk bersubsidi segera ditebus petani. Hal itu agar tidak terjadi penumpukan pada musim hujan nanti, dan untuk menghindari kesulitan distribusi pupuk,” kata dia.

Bambang menambahkan bahwa pupuk dapat mulai ditebus oleh petani sebagai persiapan musim tanam, saat hujan tiba nanti. Namun demikian pihaknya menyarankan kepada petani agar tidak langsung menanam bibit pada awal hujan September ini. Pasalnya berdarkan diprediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisiska (BMKG) DIY, musim hujan baru akan terjadi pada akhir Oktober 2017.

Oleh sebab itu, pihaknya lebih menyarankan kepada petani untuk melakukan persiapan dengan melakukan pengolahan lahan terlebih dahulu. “Kami sudah lama membuat surat kepada kelompok tani gapoktan (gabungan kelompok tani) terkait dengan persiapan musim tanam,” kata dia.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Karya Tani, Wareng I, Kecamatan Wonosari, Sudadi mengatakan telah melakukan perisapan untuk musim tanam tahun ini. Setelah beberapa waktu lalu selesai memanen tembakau, rencananya pada musim hujan tahun ini dia akan menanam padi.

“Persiapannya sudah, pengolahan lahan untuk tanam padi sekarang ini sudah mulai. Tapi saya belum menebus pupuk berubsidi yang dari pemerintah itu. Rencananya baru saya tebus saat mulai menanam padi nanti,” kata Sudadi.

Tidak jauh berbeda dengan Sudadi, salah seorang petani di Desa Playen, Kecamatan Playen Mujiono mengatakan, saat ini sudah melakukan persiapan pengolahan lahan. Musim hujan yang turun dalam beberapa hari terakhir langsung disambut dengan suka cita. “Semoga pada musim tanam nanti hasilnya sesuai dengan harapan,” ujarnya.

lowongan pekerjaan
Perusahaan Outsourcing PLN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Calon Tunggal dan Disfungsi Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (10/01/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universitas Sebelas Maret Solo. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada 2018 ini 171 daerah provinsi/kabupaten/kota akan menyelenggarakan pemilihan kepala daerah secara serentak….