Seorang petani mengerjakan sawahnya di areal persawahan sekitar 12 kilometer dari Gunung Agung di Desa Rendang, Karangasem, Bali, Minggu (24/9/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Nyoman Budhiana) Seorang petani mengerjakan sawahnya di areal persawahan sekitar 12 kilometer dari Gunung Agung di Desa Rendang, Karangasem, Bali, Minggu (24/9/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Nyoman Budhiana)
Minggu, 1 Oktober 2017 16:00 WIB Ema Sukarelawanto/JIBI/Bisnis Peristiwa Share :

Pengungsi dari Luar Kawasan Bencana Gunung Agung Dipulangkan

Para pengungsi dari luar kawasan rawan bencana Gunung Agung mulai dipulangkan.

Solopos.com, DENPASAR — Pemkab Gianyar mulai memulangkan sebagian pengungsi yang berasal dari luar kawasan bencana Gunung Agung, Kabupaten Karangasem.

Bupati Gianyar Anak Agung Gde Agung Bharata, Minggu (1/10/2017), melepas 23 pengungsi yang diberikan fasilitas transportasi yang mengantar hingga tempat asal. Pengungsi lain yang telah terdata juga segera dipulangkan.

Pemulangan tersebut mengikuti imbauan dari Pemprov Bali bahwa pengungsi dari luar kawasan rawan bencana (KRB) agar kembali ke rumah. Status awas Gunung Agung mewajibkan semua warga di KRB zona I, II, dan III untuk mengungsi.

Warga di KRB diperkirakan berjumlah sekitar 70.000 jiwa, tapi kenyataannya jumlah pengungsi mencapai 140.000 lebih. Untuk itu, pengungsi yang berasal dari zona aman diminta pulang ke rumah.

Dari data yang diperoleh di lapangan, saat ini terdapat 13.102 pengungsi asal Karangasem yang mengungsi tersebar di tujuh kecamatan Kabupaten Gianyar. Jumlah ini mulai berkurang karena sebagian pengungsi dari luar KRB sudah mulai kembali ke daerah asalnya.

Seusai melepas pengungsi, Bupati Bharata melakukan peninjauan ke Posko Pengungsian Lapangan Sutasoma, Sukawati, Gianyar. Dia mengecek layanan kesehatan dan ketersedian logistik.

Pada kesempatan itu, Bupati Bharata mengapresiasi semangat gotong-royong warga Gianyar dalam membantu meringankan beban warga Karangasem. Ia juga bangga karena semua orang ikut bahu-membahu dalam penangangan pengungsi. “Jangan lupa, pengungsi mandiri yang tinggal di rumah keluarganya di Gianyar juga harus terlayani, terutama kebutuhan dasarnya,” katanya.

Kepala BPBD Kabupaten Gianyar Anak Agung Gde Oka Digjaya mengatakan persedian logistik terutama kebutuhan pokok serta kebutuhan lain bagi pengungsi hingga kini masih mencukupi. Bantaun dari berbagai kalangan juga masih terus berdatangan.

“Karena banyaknya bantuan yang datang dari berbagai lapisan masyarakat, kami membuat gudang logistik lagi. Bersama Dinas Sosial nanti akan kita salurkan ke kantong- kantong pengungsi yang ada di Kabupaten Gianyar,” ujarnya.

Sejumlah sarana dan prasarana juga dibangun lagi, seperti kamar mandi. Hal ini untuk menjamin kenyamanan pengungsi selama ada di pengungsian. Begitu juga dalam hal kebersihan, sejumlah petugas disiagakan untuk membantu para pengungsi menjaga kebersihan lingkungan sehingga terhindar dari penyakit yang kemungkinan timbul.

lowongan pekerjaan
4 orang Penerjemah fasih berbahasa mandarin & 2 orang Sopir, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Daya Beli Menurun

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (17/10/2017). Esai ini karya Ginanjar Rahmawan, mahasiswa Program Doktor Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah Rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini beberapa kawan saya yang…