Minggu, 1 Oktober 2017 22:35 WIB Indah Septiyaning W./JIBI/Solopos Solo Share :

PEMBANGUNAN SOLO
Panggung Terbuka Balekambang Tak Sesuai Spesifikasi, Wali Kota Berang

Wali Kota Solo kecewa dengan hasil renovasi panggung terbuka Taman Balekambang.

Solopos.com, SOLO — Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo kecewa dengan hasil renovasi open stage atau panggung terbuka Taman Balekambang yang diduga menyalahi spesifikasi bangunan.

Wali Kota mengatakan ketidaksesuaian dengan spesifikasi bangunan itu ia ketahui saat melakukan inspeksi mendadak (sidak), Jumat (29/9/2017) lalu. “Harusnya itu kalau bangun fondasi digali sedalam minimal 50 sentimeter biar kuat. Tapi ini tidak,” kata Rudy sapaan akrabnya ketika dijumpai wartawan seusai upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Stadion Sriwedari, Minggu (1/10/2017).

Rudy segera memanggil kontraktor terkait temuan tersebut. Dia ingin meminta penjelasan dari kontraktor pelaksana pembangunan open stage Taman Balekambang.

Selain itu juga melihat bagaimana desain pembangunan open stage apakah sesuai dengan spesifikasi atau tidak. Rudy akan meminta agar pembangunan dikerjakan sesuai spesifikasi bangunan. Jangan sampai bangunan tidak kuat.

“Idealnya memang kalau buat fondasi itu kan harus digali dulu. Bukan ditempelkan saja. Nanti bangunannya ya tidak kuat,” katanya.

Saat ini, Rudy menyampaikan Pemkot fokus dalam rencana pengembangan Taman Balekambang. Sejumlah investor pun telah melirik rencana pengembangan Taman Balekambang. Tentunya, lanjut dia, pengembangan Taman Balekambang tidak mengubah fungsi utamanya sebagai kawasan budaya dan konservasi.

Beberapa fungsi taman tersebut adalah paru-paru kota, ruang publik, tempat edukasi, sekaligus rekreasi. Peluang potensi pengembangan Taman Balekambang masih terbuka lebar. Salah satu arah pengembangannya, Taman Balekambang bisa menjadi salah satu destinasi wisata malam hari di Solo.

Banyak wisatawan yang ingin menikmati suasana malam di Taman Balekambang. Sejak direvitalisasi 2009 lalu, Taman Balekambang dibuka untuk umum setiap hari pukul 06.00 WIB-18.00 WIB.

“Dibuka insidental pada malam hari saat ada acara atau kegiatan saja. Jadi kami ingin nanti menawarkan Balekambang bisa untuk destinasi wisata malam di Solo,” katanya.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kawasan Wisata Dinas Pariwisata (Dispar) Solo, Sumeh, mengatakan proyek pembangunan open stage Taman Balekambang dianggarkan Rp1,29 miliar. Anggaran tersebut berasal dari pos dana alokasi khusus (DAK) pemerintah pusat.

“Open stage mulai dikerjakan Juli lalu dan sesuai kontrak kerja selesai November nanti. Soal temuan pak Wali [Wali Kota] itu langsung ditindaklanjuti kontraktor sesuai arahan,” katanya.

Dia menerangkan open stage dibangun kembali untuk menanambah daya tampung pengunjung saat pertunjukan seni dan budaya di sana. Semula open stage hanya mampu menampung 1.000 pengunjung. Kini setelah diperbesar, kapasitasnya bertambah jadi 2.250 pengunjung.

 

lowongan pekerjaan
Penerbit Ziyad Visi Media, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…