Ilustrasi (JIBI/Dok)
Minggu, 1 Oktober 2017 21:15 WIB Cahyadi Kurniawan/JIBI/Solopos Klaten Share :

Mengumpat di Facebook, Pria Boyolali Diciduk Polisi Klaten

Seorang pria asal Boyolali ditangkap polisi Klaten karena mengumpat di Facebook.

Solopos.com, KLATEN — Seorang pria asal Boyolali ditangkap aparat Polres Klaten karena mengunggah status Facebook berisi umpatan. Pria itu tak terima ditilang polisi saat razia lalu menuliskan status berisi umpatan tersebut.

Informasi yang diperoleh Solopos.com, pria bernama Edi Yulianto, 38, itu mendapat surat tilang dari polisi dalam razia kendaraan bermotor di depan Masjid Agung Al Aqsa, Klaten, Sabtu (30/9/2017). Ia mendapatkan surat tilang lantaran Surat Izin Mengemudi (SIM) miliknya kedaluwarsa dan belum diperbarui.

Tak terima ditilang, ia lalu menuliskan umpatan di grup Facebook Info Cegatan Klaten (ICK). “Pemilik akun bernama Edyy Tanzil tersebut mengunggah tulisan yang berisi penghinaan serta kata-kata kasar kepada polisi, Sabtu. Ia mengunggah tulisannya ke dalam sebuah grup Facebook bernama Info Cegatan Klaten [ICK],” kata Kasubbag Humas Polres Klaten AKP Aliyah Fatma mewakili Kapolres Klaten AKBP Muhammad Darwis saat dihubungi Solopos.com, Minggu (1/10/2017) malam.

Mengetahui postingan tersebut, polisi menelusuri si pemilik akun yang ternyata bernama asli Edi Yulianto, warga Boyolali. Aparat Polres Klaten kemudian menangkap Edi, Minggu. “Saat ini pelaku masih dalam pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Fatma.

Menurut pantauan Solopos.com, Edi Yulianto lewat akun Facebooknya menyampaikan permohonan maaf atas unggahan statusnya di Facebook. Dalam akun bernama Mahesa Apriyanto, Edi berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.

“Saya Edi Yulianto, Pemilik akun Edyy Tanzil, menyampekan Paaf sebesar-besarnya. Permohonan maaf kepada kepada Bapak-bapak Polri terutama Polres Klaten atas postingan saya di grup ICK. Selanjutnya, saya berjanji tidak akan memgulanginya lagi dan apabila terulang saya siap menerima hukuman yang setimpal. Terima kasih,” tulis Edi.

 

lowongan pekerjaan
Gramedia Surakarta, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Perempuan Melawan Pelecehan Seksual

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (16/01/2018). Esai ini karya Evy Sofia, alumnus Magister Sains Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah evysofia2008@gmail.com.  Solopos.com, SOLO—Empathy is seeing with the eyes of another, listening with the ears of another,…