Ben Sihombing saat berkunjung ke Griya Solopos, Sabtu (30/9/2017). (Chelin Indra Sushmita/JIBI/Solopos.com) Ben Sihombing saat berkunjung ke Griya Solopos, Sabtu (30/9/2017). (Chelin Indra Sushmita/JIBI/Solopos.com)
Minggu, 1 Oktober 2017 19:10 WIB Chelin Indra Sushmita/JIBI/Solopos.com Issue Share :

Marak Fenomena Cover Lagu, Ben Sihombing Ogah Ikutan

Ben Sihombing tidak mau ikut mengcover lagu musisi lain seperti yang tengah marak di media sosial.

Solopos.com, SOLO – Kemajuan teknologi yang sangat pesat membuat seseorang bisa dikenal dalam sekejap. Lihat saja, saat ini banyak orang mengunggah video di Youtube berisi rekaman lagu milik musisi ternama yang dinyanyikan ulang.

Maraknya fenomena cover lagu ini membuat sejumlah musisi resah. Pasalnya, banyak pihak yang mengkomersilkan video itu tanpa seizin si empunya lagu. Kendati demikian, maraknya fenonema cover lagu tak membuat penyanyi Ben Sihombing kelimpungan.

Pelantun Sama Sama Menunggu ini merasa senang jika ada orang lain yang ingin meng-cover lagunya. Hal itu membuktikan bahwa lagunya diterima masyarakat. “Enggak ada masalah kalau ada yang mau meng-cover lagu saya. Saya malah senang, berarti lagu itu diterima dan makin terkenal,” kata Ben saat berbincang dengan Solopos.com di Griya Solopos, Sabtu (30/9/2017).

Bukan hanya masyarakat awam, ada pula beberapa penyanyi yang sengaja meng-cover lagu orang lain dengan dalih menuruti keinginan penggemar. Namun, Ben mengaku sama sekali tidak tertarik melakukan hal itu. “Kalau saya pribadi sih enggak suka cover lagu orang. Enggak ikutan yang begitulah. Bukan apa-apa, cuma saya lebih suka nyanyi lagu sendiri,” ungkap dia.

Kendati demikian, bukan berarti Ben anti-menyanyikan karya musisi lain. Sampai saat ini, penyanyi berusia 22 tahun itu masih kerap membawakan lagu musisi lain saat pentas sesuai permintaan penggemar.

“Saya juga masih nyanyi lagu musisi lain kalau pentas sesuai permintaan penggemar saja. Sebagai penyanyi kan memang harus mengikuti keinginan penggemar. Tapi, kalau sengaja meng-cover, kemudian dipublikasikan di media sosial, kayak Youtube, Instagram, atau Facebook sih enggak. Soalnya kalau saya pribadi memang enggak suka,” papar dia.

Ben mengatakan, mereka yang meng-cover lagu musisi lain biasanya diwajibkan meminta izin dan membayar royalti. Hal itu dilakukan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan. “Mereka [yang meng-cover] itu harus izin dulu dan bayar royalti. Memang begitu aturannya,” terang dia.

Meski merupakan pendatang baru, penyanyi yang gemar bercanda ini lebih bangga membawakan karya pribadi. “Ada banyak orang yang bisa menyanyikan lagu orang lain. Tapi, belum banyak orang yang bisa menciptakan karya sendiri. Dan saya lebih suka menyanyikan karya pribadi,” tandasnya.

Setelah sukses dengan tembang Sama Sama Menunggu, adik Petra Sihombing itu tengah mempersiapkan single ketiga. Pada lagu yang masih dirahasiakan judulnya itu, ia mengusung genre pop tahun 1980-an. “Single pertama saya judulnya, Set Me Free, yang kedua Sama Sama Menunggu, ketiga rahasia. Rencananya rilis akhir tahun 2017. Genrenya pop 1980-an,” katanya.

lowongan pekerjaan
Carmesha Music School, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…