Ilustrasi pohon mangrove (Dok/JIBI/Bisnis)
Minggu, 1 Oktober 2017 19:20 WIB Herlambang Jati Kusumo/JIBI/Harian Jogja Bantul Share :

Mahasiswa UPN Veteran Jogja Tanam Mangrove di Pantai Baros Bantul

Sejumlah 180 mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jogja mengadakan aksi sosial penanaman pohon mangrove

 
Solopos.com, BANTUL – Sejumlah 180 mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jogja mengadakan aksi sosial penanaman pohon mangrove di kawasan konservasi hutan mangrove Pantai Baros, Tirtohargo, Kretek, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu (01/10/2017).

Aksi sosial yang diberi nama Lipat Lengan Turun Tangan ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa dengan lingkungan pantai dan masyarakat sekitar.

Salah satu panitia kegiatan, Parardya Catrasatwika menjelaskan aksi sosial ini merupakan swadaya mahasiswa dan dari donasi masyarakat.

“Kami terjun ke masyarakat dengan menyebar ke beberapa titik seperti kawasan Tugu, jalan Mangkubumi, Malioboro, Alun-Alun Kidul dan juga Sunmor, disitu kami menjelaskan kegiatan ini,” ungkap Catra.

Donasi yang terkumpul mencapai Rp2,3 juta kemudian digunakan untuk membeli 100 bibit mangrove dan 50 bibit hutan pantai.

Aksi menanam bibit mangrove dan hutan pantai ini juga diharapkan dapat menahan sampah laut agar pesisisr pantai jadi konservasi yang bagus, juga mencegah pantai tidak terkena kiriman sampah laut. Aksi sosial ini juga menurut Catra juga merupakan implementasi mata kuliah atau ilmu Corporate Social Responsibility (CSR), kegiatan ini pun juga mendapat dukungan dana dari para dosen.

Pengelola kawasan hutan mangrove, Baros pun menyambut baik kegiatan sosial tersebut. “Kami sangat bersyukur dengan adanya kerjasama baik dari pihak pemerintah, swasta, dari komunitas-komunitas, dan para mahasiswa, merekalah yang mendukung kawasan ini hampir 90%, tanpa mengecilkan arti pemerintah, tapi memang untuk penambahan penanaman patut kita syukuri, karena membantu kita dan pemerintah,” ungkap  Dwi Ratmanto ketua divisi konservasi Keluarga Pemuda Pemudi Baros.

Dwi Ratmanto mengatakan kawasan mangrove diharapkan menjadi kawasan yang dapat menunjang penelitan, pendidikan, dan juga dapat berpengaruh dlam pengembangan pertanian peternakan dan perikanan.

“Kami juga berharap anak-anak yang masih kecil sudah mulai tahu dan mencintai kawasan mangrove maupun alam, itu yang kita harapkan dan juga selalu menjaga kelestarian alam, selain itu juga kawasan ini dapat memberi kesejahtaran rakyat lokal,” katanya.

Mereka berharap CSR di kawasan konservasi ini berguna nantinya dan menyeimbangkan alam dengan moderenisasi. “Pantai Baros dapat menjadi konservasi mangrove yang  baik dan menjadi daya tarik wisatawan, kami juga melihat pembangunan jalan raya disini, mungkin nanti akan dibangun pertokoan, gedung-gedung besar, dan lain sebagainya,” ungkapnya.

lowongan pekerjaan
Harian Umum SOLOPOS, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
”Akad” Populer karena Berbeda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (14/10/2017). Esai ini karya Romensy Augustino, mahasiswa Jurusan Etnomusikologi Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah romensyetno@yahoo.com. Solopos.com, SOLO – -Youtube adalah salah satu media sosial yang menjadi rujukan…