Radja Nainggolan (JIBI/REUTERS/Alberto Lingria)
Minggu, 1 Oktober 2017 15:55 WIB Hanifah Kusumastuti/JIBI/Solopos Italia Share :

LIGA ITALIA
Lawan Milan Jadi Ajang Pembuktian Nainggolan

Liga Italia akan menyajikan duel AC Milan vs AS Roma.

Solopos.com, MILAN — Gelandang berpengaruh AS Roma, Radja Nainggolan, lagi-lagi tidak dimasukkan dalam skuat Timnas Belgia. Kali ini, pemain keturunan Batak, Indonesia, tersebut tidak mendapat panggilan Pelatih Belgia, Roberto Martinez, untuk laga Kualifikasi Piala Dunia 2018 Zona Eropa kontra Bosnia & Herzegovina pada 7 Oktober 2017 mendatang.

Pada jeda internasional sebelumnya, Nainggolan juga tidak mendapat panggilan masuk skuat Timnas Belgia. Pemain yang dijuluki Ninja tersebut bahkan sempat mendeklarasikan pensiun dari sepak bola internasional. Namun, setelah berbicara dengan Direktur Olahraga Roma, Monchi, Nainggolan meralat pernyataannya tersebut secepatnya.

Nainggolan bisa jadi akan melampiaskan kegeramannya ditolak Belgia ketika bersama Roma melawan AC Milan pada Seri-A di San Siro, Minggu (1/10/2017) pukul 23.00 WIB. Syaratnya, Nainggolan harus bermain brilian untuk membuat Martinez menyesal tidak menyertakan namanya dalam skuat tim nasional berjuluk Setan Merah tersebut.

Penampilan Naionggolan di Seri-A musim ini tidak terlalu buruk. Dia mendonasikan satu gol dan dua assist dalam empat penampilan. Namun performa pemain berusia 29 tahun itu belum mengesankan di Liga Champions. Dia tidak banyak memberi kontribusi ketika Roma ditahan imbang tanpa gol Atletico Madrid dan menang tipis 2-1 atas Qarabag.

“Yang penting hasilnya. Kami sadar, kami tidak bermain bagus namun kami bisa membawa tiga poin. Itu satu-satunya hal yang bisa membuat puas. Kami harus bercermin dan berbuat lebih baik,” jelas Nainggolan setelah Roma menang tipis atas Qarabag, seperti dilansir Espnfc.com, Sabtu (30/9/2017).

lowongan pekerjaan
sales, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…