Ilustrasi polisi melakukan penjagaan demi memastikan situasi kondusif. (JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto) Ilustrasi polisi melakukan penjagaan demi memastikan situasi kondusif. (JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto)
Minggu, 1 Oktober 2017 19:50 WIB JIBI/Solopos/Antara Semarang Share :

KERUKUNAN UMAT BERAGAMA
Kegiatan Muslim Syiah di Semarang Dijaga Ketat

Kerukunan umat beragama di Semarang dijaga polisi dengan mengerahkan aparat ke peringatan Hari Asyura yang digelar jemaah penganut syiah.

Solopos.com, SEMARANG – Polrestabes Semarang menjaga kerukunan umat beragama dengan mengerahkan pasukan ke peringatan Hari Asyura yang digelar jemaah muslim Syiah di Hotel UTC, Jl. Kelud Raya, Kota Semarang, Jawa Tengah, Minggu (1/10/2017).

Ratusan polisi dikerahkan untuk menjaga kegiatan peringatan haul Sayyidina Husain itu menyusul penolakan sejumlah organisasi kemasyarakatan yang tergabung dalam Forum Umat Islam Semarang (FUIS). Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Abiyoso Seno Aji memimpin langsung mengamanan kegiatan pada Hari Asyura tersebut.

Menurut dia, pengamanan ketat itu dianggap perlu dilakukan demi menghindari gesekan antarkedua kelompok. “Pelaksanaan kegiatan di Hotel UTC ini sudah mengantongi izin,” katanya.

Termasuk, lanjut dia, para peserta aksi yang menolak kegiatan itu juga sudah mengantongi izin untuk menyampaikan pendapatnya di muka umum. Ia menegaskan setelah kegiatan yang digelar pengikut Syiah ini selesai, kedua kelompok harus langsung membubarkan diri.

[Baca juga Ditolak Ormas, Muslim Syiah Tetap Gelar Perayaan Asyura di Semarang]

Sementara itu, salah seorang koordinator aksi, Ahmad Rofi’i, mengatakan aksi itu digelar karena audiensi dengan MUI dan Kementerian Agama setempat selalu berakhir buntu tentang keberadaan pengikut Syiah tersebut. “Kami sudah menyampaikan kepada pemangku kepentingan terkait, agar mereka tidak diberi izin, namun ternyata tetap dilaksanakan,” katanya.

Menurut dia, penolakan Forum Umat Islam Semarang (FUIS) yang berpotenmsi kerukunan umat beragama di Kota Semarang, Jateng itu dilakukan karena ajaran yang dianut jemaah muslim Syiah itu mereka nilai menyesatkan.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

 

lowongan pekerjaan
PT.Swadharma Sarana Informatika, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama Rakyat Awasi Pemilu

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (05/01/2018). Esai ini karya Ahmad Halim, Ketua Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kota Administrasi Jakarta Utara. Alamat e-mail penulis adalah ah181084@gmail.com Solopos.com, SOLO–Pemberlakuan UU No. 7/2017 tentang Pemilihan Umum (gabungan UU No. 8/2012, UU…