Sejumlah barang bukti termasuk ratusan botol minuman keras (miras) yang didapatkan dalam operasi Narkoba Progo 2017 dalam jumpa pers di Markas Polda DIY, Sleman, Selasa (18/4). (JIBI/Harian Jogja/Sekar Langit Nariswari)
Minggu, 1 Oktober 2017 22:55 WIB Sekar Langit Nariswari/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

KASUS NARKOBA
Polda DIY Sita Ribuan Barang Bukti

DIY menduduki posisi pertama untuk angka pernah pakai dan setahun pakai

Solopos.com, SLEMAN-Sampai Agustus 2017, Polda DIY mengungkap 297 kasus penyalahgunaan narkoba. Dari ungkap kasus tersebut, Polda DIY menyita ribuan barang bukti.

Wakil Direktur Resnarkoba Polda DIY AKBP Baron Wuryanto mengungkapkan, barang bukti narkotika terbanyak ialah jenis tembakau gorila sebanyak 618,733 gram. Adapula narkotika jenis ganja sejumlah 500,5 gram dan sabu-sabu sebanyak 122,459 gram.

Selain itu, didapatkan pula barang bukti psikotropika sebanyak 6.595,5 butir. Sementara, untuk obat-obatan berbahaya berhasil disita sebanyak 27.853 butir dan 1.330 botol.

DIY menduduki posisi pertama untuk angka pernah pakai dan setahun pakai untuk penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar dan mahasiswa. Hal ini mengacu pada ringkasan eksekutif hasil seurvey yang dikeluarkan Puslidatin UI pada 2016. “Mengalahkan DKI Jakarta, tertinggi memang di Sleman, khususnya Depok,”ujar dia.

Berdasarkan hasil survey puslitkes UI dan BNN mengenai prevalensi penyalahgunaan narkoba di DIY, terdapat 60.182 orang penyalahguna narkoba atau sebesar 2.27% dari total populasi penduduk di DIY. Jumlah ini menjadikan DIY menduduki peringkat delapan dalam hal prevalansi penyalahgunaan narkoba di Indonesia.

Sementara itu, Kanit 1 Satnarkoba Polres Sleman Ipda Galan Adid Darmawan mengatakan, Kecamatan Mlati dan Depok masuk dalam zona merah kerawanan penyalahgunaan narkoba di Sleman. Hal ini merupakan dampak dari banyaknya pendatang di daerah, jumlah penduduk, lingkungan kampus, serta banyaknya tempat hiburan di daerah tersebut. Sebagian besar narkotika dalam jumlah besar berada di daerah Magelang dan Muntilan untuk kemudian didistribusikan ke Jogja dalam ukuran kecil.

lowongan pekerjaan
PT. INDUKTURINDO UTAMA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Ketika Uang Tunai Terpinggirkan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Perkembangan teknologi digital yang super cepat mengubah banyak hal, baik di…