Ketua STTN Edy Giri Rachman Putra. (Sunartono/JIBI/Harian Jogja) Ketua STTN Edy Giri Rachman Putra. (Sunartono/JIBI/Harian Jogja)
Minggu, 1 Oktober 2017 14:22 WIB Sunartono/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

KAMPUS JOGJA
STTN Segera Beralih ke Politeknik

Kampus Jogja, STTN akan menjadi Politeknik

Solopos.com, SLEMAN – Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir (STTN) Jogja mempersiapkan diri untuk berubah menjadi Politeknik. Fasilitas kampus ditingkatkan dengan membangun laboratorium Iradiator Gama dan akan membuka prodi baru.

Ketua STTN Edy Giri Rachman Putra menjelaskan, pada 2019 mendatang STTN menargetkan perubahan menjadi Politeknik Nuklir Indonesia. Sehingga nanti akan mengedepankan tidak hanya memiliki ketrampilan namun juga kemampuan akademik. Selain itu, ketika berubah menjadi Politeknik maka diperkenankan membuka program Magister hingga Doktor namun terapan.

“Dengan perubahan itu akan lebih berkembang, sehingga kami tidak hanya bisa menyiapkan SDM dari sisi teknis namun juga manajemen [nuklir]. Akan menjadi Politeknik Nuklir pertama di Indonesia,” terangnya, Rabu (27/9/2017) lalu.

Ia menambahkan, persiapan menuju politeknik mulai dilakukan sejak 2017. Pihaknya sedang membangun laboratorium Iradiator Gama dengan aktivitas 10 kilo currie (kCi), pembangunan asrama hingga peningkatan laboratorium distributed control system (DCS). Penyiapan fasilitas dan SDM tenaga pengajar terus diupayakan ditambah selama dua tahun ke depan. “Kami mulai tahun ini, persiapan itu sudah sekitar 20 persen sampai 30 persen,” kata dia.

Pihaknya berproses menyiapkan dokumen untuk diajukan ke Kemenristek Dikti. Untuk kemudian ditinjau terkait kesiapan menjadi Politeknik. Jika saat ini STTN hanya memiliki tiga prodi, maka setelah menjadi Politeknik akan menambah dua prodi lagi terutama bidang keilmuan nuklir yang mengarah ke medis dan manajemen.

“Itu sedang kami kaji secara akademik, medis dan manajemen nuklir,” ucap dia.

lowongan pekerjaan
CV. HORISON, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…