Warga mengendarai sepeda motor hingga perbatasan jalan setapak di Sumberagung, Pracimantoro, Wonogiri, Jumat (29/9/2017). (Ahmad Wakid/JIBI/Solopos) Warga mengendarai sepeda motor hingga perbatasan jalan setapak di Sumberagung, Pracimantoro, Wonogiri, Jumat (29/9/2017). (Ahmad Wakid/JIBI/Solopos)
Minggu, 1 Oktober 2017 23:35 WIB Ahmad Wakid/JIBI/Solopos Wonogiri Share :

INFRASTRUKTUR WONOGIRI
Jalan Tembus Pracimantoro-Gunung Kidul Segera Dibangun

Infrastruktur berupa jalan tembus dari Pracimantoro, Wonogiri, ke Gunung Kidul, DIY, bakal dibangun.

Solopos.com, WONOGIRI — Keinginan warga Desa Sumberagung, Kecamatan Pracimantoro, Wonogiri, untuk membuat jalan tembus ke Desa Pucung, Gunung Kidul, DIY, bakal segera terwujud. Jalan tembus itu akan dibangun mulai tahun depan secara bertahap.

Camat Pracimantoro, Warsito, menyampaikan jalan setapak yang menghubungkan Desa Sumberagung dan Pucung bakal dibangun untuk memudahkan aktivitas masyarakat, terutama di sektor pertanian. Apalagi, jalan setapak tersebut juga melewati sumber mata air yang mengairi sejumlah dusun yakni Luweng Songo.

“Tahun depan jalan tembus akan dibangun. Namun, pembangunan diprioritaskan hingga ke Luweng Songo dulu. Selama ini, jalan setapak itu hanya bisa dilewati dengan berjalan kaki padahal jaraknya cukup jauh dan agak terjal,” kata Warsito kepada Solopos.com di kantornya, Sabtu (30/9/2017).

Warsito menyakini pembuatan jalan menuju Luweng Songo akan memberikan manfaat bagi para petani maupun masyarakat umum. Jika sewaktu-waktu Luweng Songo mengalami kendala dalam penyaluran air baik karena panel aliran listrik maupun pompa air atau yang lain bisa segera diatasi.

“Jadi operatornya tidak perlu jalan kaki cukup jauh sehingga kendala bisa di atasi dengan baik,” imbuhnya.

Dia menjelaskan masyarakat memang mengusulkan ada jalan itu. Bahkan, warga yang tanahnya terkena proyek jalan itu akan sukarela memberikan sebagian tanahnya tanpa ganti rugi.

“Masyarakat kemarin bilang tidak perlu ganti rugi karena sadar akan manfaatnya. Mudah-mudahan 2018 sudah dikerjakan. Pekerjaannya bertahap mungkin makadam dulu, setelah itu talut. Kalau sudah kuat baru jalannya ditata dengan baik,” jelasnya.

Sementara itu, salah satu warga Sumberagung, Wakiman, mengungkapkan warga berharap agar jalan tersebut segera terealisasi. Menurutnya, para warga yang tanahnya terkena proyek tersebut tidak keberatan melepas tanah mereka untuk pembuatan jalan itu.

“Kalau panjang jalannya hanya satu setengah kilometer. Lebarnya ya sesuai dengan jalan desa untuk kendaraan roda empat,” imbuhnya.

Dia menilai perekonomian warga bisa meningkat apabila jalan tersebut dibangun. Produk pertanian maupun bahan baku bisa langsung dikirim ke Gunung Kidul melalui jalan itu.

“Sektor pertanian bisa lancar. Selain itu, warga kalau mau jual batu dan kayu harganya lebih baik. Jarak ke Gunung Kidul kotanya juga lebih dekat,” ucapnya.

Kepala Desa Sumberagung, Suyono, mengatakan pembangunan jalan dimulai pada 2018 dengan anggaran dana dari APBD Provinsi Jateng. Namun, dia lupa berapa nominal anggaran yang disiapkan.

“Kami mengajukan bantuan ke provinsi untuk pembangunan jalan itu. Nantinya, mungkin kami buat makadam dulu,” ungkapnya.

lowongan pekerjaan
, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
”Akad” Populer karena Berbeda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (14/10/2017). Esai ini karya Romensy Augustino, mahasiswa Jurusan Etnomusikologi Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah romensyetno@yahoo.com. Solopos.com, SOLO – -Youtube adalah salah satu media sosial yang menjadi rujukan…