Suasana lokasi Kompetisi Mancing Mania dalam rangka HUT Kudus di Desa Payaman, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, Jateng, Minggu (1/10/2017). (Facebook.com-M Habibi Syahputra) Suasana lokasi Kompetisi Mancing Mania dalam rangka HUT Kudus di Desa Payaman, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, Jateng, Minggu (1/10/2017). (Facebook.com-M Habibi Syahputra)
Minggu, 1 Oktober 2017 21:50 WIB R. Wibisono/JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

HUT KUDUS
Panitia Dituding Curang, Lomba Mancing Ricuh

HUT ke-468 Kabupaten Kudus juga dirayakan dengan lomba memancing, namun lomba itu berujung ricuh karena ketidaksiapan panitia mengelola ribuan peserta.

Solopos.com, KUDUS – Lomba memancing bertajuk Kompetisi Mancing Mania dalam rangka memperingati hari ulang tahun (HUT) ke-468 Kabupaten Kudus digelar di Desa Payaman, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah (Jateng), Minggu (1/10/2017). Namun acara tersebut malah dianggap membuat malu Kudus lantaran panitia acara dianggap curang oleh peserta.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Semarangpos.com dari berbagai sumber, acara yang diikuti sekitar 7.000 peserta itu ricuh dan berujung perobohan panggung lantaran peserta menganggap panita curang. Mereka menduga ikan yang ditaburkan panitia lomba tidak mencapai 700 kilogram atau setara 7 kuintal seperti yang dijanjikan panitia.

Netizen di media sosial Facebook yang mengaku sebagai warga Kudus pun ramai mengungkapkan rasa malu mereka di halaman Facebook Info Seputar Kudus. Mereka menganggap panitia acara yang juga diikuti peserta dari luar Kudus itu curang dan telah mencoreng nama Kabupaten Kudus. “Kudus malu gan sama kota-kota sekitar,” tulis pengguna akun Facebook Carlos Slim.

“Ini bukan mancing mania tapi mancing emosinya masyarakat yang dibohongi oleh pemerintah,” ungkap pengguna akun Facebook Afif Poetra Ragil.

Oalah bapak panitia pemancingan kok ya memalukan Kota Kudus yang masih hangat ultahnya kota digelar mewah, apa tidak mikir even besar pasti risikonya gede karena peserta sudah mahir dalam hal pemancingan. Sekarang rasakan akibatnya,” tulis pengguna akun Facebook Budi Widyatmoko.

Munine 7 kwintal temune 7 gembes/blung.. Nie iwax e lele cilix2 mandi bayi lele.. Direwangi panas2, bayar 25ewu ra ntox iwax.. Dididet ae ora.. Kecewa ncen qu gan [Katanya ikan yang disebar ada tujuh kuintal, ternyata tidak. Terlebih ikannya kecil. Sudah membayar Rp25.000 namun tak mendapatkan ikan, disenggol ikan pun tidak. Saya kecewa],” tulis pengguna akun Facebook Arax Vodxa.

Selain itu, netizen juga menganggap panitia tak profesional lantaran menyediakan lokasi yang dinilai kurang pas. Mereka menilai lokasi lomba dalam rangka HUT ke-468 Kabupaten Kudus itu tampak kotor dengan hadirnya sampah. “Iku kolam tah tempat sampah [Itu kolam atau tempat sampah],” tulis pengguna akun Facebook Muallaf Tenan.

Jare Bar entok adipura la kok sampahe ngunuw [Katanya dapat adipura, kok sampahnya seperti itu], tulis pengguna akun Facebook Fahri Mahendra.

Dari foto yang diunggah sejumlah warganet, kondisi kolam yang dijadikan lokasi Kompetisi Mancing Mania memang terlihat kotor dan kecil. Ukuran kolam yang tak terlalu besar juga diduga sebagai penyebab peserta menuding panitia tak menyediakan tujuh kuintal ikan seperti yang dijanjikan.

Sejumlah warganet yang mengaku menjadi peserta Kompetisi Mancing Mania dalam rangka Hut ke-468 Kudus itu menjelaskan panitia langsung memberikan tanggapan setelah terjadi kericuhan. Mereka mengungkapkan pihak panitia telah mengembalikan uang pendaftaran senilai Rp25.000 kepada masing-masing peserta. Namun tak semua peserta mendapatkan uang pendaftaran mereka lantaran banyak yang langsung meninggalkan lokasi seusai kericuhan. (Ginanjar Saputra/JIBI/Semarangpos.com)

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
PT.MITRA PINASTHIKA MUSTIKA FINANCE, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Ketika Uang Tunai Terpinggirkan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Perkembangan teknologi digital yang super cepat mengubah banyak hal, baik di…