Warga yang berperan sebagai TKR memperagakan adehan pertempuran melawan tentara sekutu dalam sosiodrama Palagan Ambarawa di Lapangan Pancasila, kawasan Simpang Lima, Kota Semarang, Jateng, Kamis (17/8/2017). (JIBI/Solopos/Antara/R. Rekotomo) Warga yang berperan sebagai TKR memperagakan adehan pertempuran melawan tentara sekutu dalam sosiodrama Palagan Ambarawa di Lapangan Pancasila, kawasan Simpang Lima, Kota Semarang, Jateng, Kamis (17/8/2017). (JIBI/Solopos/Antara/R. Rekotomo)
Minggu, 1 Oktober 2017 20:20 WIB Uli Febriarni/JIBI/Harian Jogja Kulon Progo Share :

HARI KESAKTIAN PANCASILA
Warga Harus Tingkatkan Kewaspadaan

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan masyarakat wajib meningkatkan kewaspadaan nasional

Solopos.com, KULONPROGO-Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan masyarakat wajib meningkatkan kewaspadaan nasional dan ketahanan mental ideologi Pancasila.

Hal itu diperlukan untuk menghadapi tantangan mendasar, yang melanda kehidupan bangsa, seperti sosial, ekonomi, politik, mental dan moral bangsa.

Sambutan tertulis yang dibacakan oleh Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo itu, diperdengarkan kepada seluruh peserta Upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila tingkat Kabupaten Kulonprogo dipusatkan di Halaman Kantor Pemerintah Kabupaten Kulonprogo, Minggu (1/10/2017).

“Maka benteng terakhir yang diharapkan mampu bertahan ialah keyakinan nasional, atas kebenaran dan keunggulan dasar negara Pancasila. Baik sebagai filsafat hidup bangsa maupun sebagai dasar negara,” ungkapnya.

Hasto melanjutkan, pembangunan kepribadian bangsa sudah menjadi harga mati pada saat ini, karena perilaku-perilaku menyimpang yang telah membudaya, hanya dapat diberantas secara tuntas dengan mengubah pola pikir dan kepribadian para pelaku.

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila pada tahun ini, yang mengambil tema Kerja Bersama Berlandaskan Pancasila Mewujudkan Masyarakat Adil dan Makmur, diharapkan bisa membangun kesadaran bagi semua pihak. Untuk meresapi nilai-nilai luhur yang telah dirumuskan, oleh para pendiri bangsa tersebut untuk dapat merekat erat sebagai kepribadian bangsa.

lowongan pekerjaan
PD.BPR BANK BOYOLALI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Ketika Uang Tunai Terpinggirkan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Perkembangan teknologi digital yang super cepat mengubah banyak hal, baik di…