Sejumlah apoteker malakukan edukasi kampanye penggunaan obat dalam kegiatan peringatan World Pharmacist Day 2017, Minggu (1/10/2017) di lapangan Denggung, Sleman. (Abdul Hamid Razak/JIBI/Harian Jogja) Sejumlah apoteker malakukan edukasi kampanye penggunaan obat dalam kegiatan peringatan World Pharmacist Day 2017, Minggu (1/10/2017) di lapangan Denggung, Sleman. (Abdul Hamid Razak/JIBI/Harian Jogja)
Minggu, 1 Oktober 2017 18:53 WIB Abdul Hamid Razak/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

Cara Cerdas Memilih Obat, Ini Saran Apoteker

Masyarakat diminta untuk cerdas memilih obat-obatan

Solopos.com, SLEMAN- Masyarakat diminta untuk cerdas memilih obat-obatan. Selain membeli di apotek, penggunaan obat baik dosis maupun manfaatnya juga harus dipahami.

Ketua Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Cabang Sleman Estri Karyani mengaku akan terus memberikan edukasi kepada masyarakat terkait penggunaan obat-obatan yang legal, baik dan benar. Salah satunya melalui kegiatan Gema Cermat [Gerakan masyarakat Cerdas menggunakan Obat] dengan tema Menjaga manfaat Antibiotik.

“Salah satu fungsi apoteker adalah memastikan obat yang sampai ke pasien adalah obat yang aman dan berkhasiat,” katanya di sela-sela peringatan World Pharmacist Day 2017, Minggu (1/10/2017) di lapangan Denggung, Sleman.

Selama kegiatan itu, katanya, IAI Sleman melakukan kampanye dan edukasi ke masyarakat. Para apoteker juga melakukan ikrar bersama untuk berperan dalam memerangi obat illegal. Total peserta yang mengikuti kegiatan itu 900 orang, terdiri dari 600 apoteker dan 300 masyarakat.

Menurutnya, apoteker memiliki kewenangan untuk mendistribusikan dan menyerahkan obat hingga ke tangan pasien. Dia juga mengajak semua apoteker untuk menjalankan praktik kefarmasian sesuai standar profesi dan standar operasional prosedur (SOP).

“Masyarakat tidak perlu khawatir jika membeli obat di apotek, klinik dan rumah sakit karena distribusi obatnya legal,” jelasnya.

Penasehat IAP Sleman Ipang Junarto menjelaskan dalam kesehariannya apoteker diharuskan menjalankan praktik profesi sesuai standar pelayanan kefarmasian.  Mulai distribusi melaksanakan Cara Disribusi Obat yang Baik(CDOB) dan menerapkan Cara Produksi Obat yang Baik (CPOB) dan cara Produksi Obat Tradisional yang Baik (CPOBT).

“Apoteker sebagai tenaga kefarmasian akan menyampaikan edukasi terhadap penggunaan obat. Salah satunya penggunaan antibiotik yang rasional melalui Jagareksa Antibiotik,” katanya.

Dengan gerakan itu, dia berharap  masyarakat dapat meminimalkan kejadian resistensi antibiotic dan semakin bijak menggunakan obat.

lowongan pekerjaan
PD.BPR BANK BOYOLALI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Daya Beli Menurun

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (17/10/2017). Esai ini karya Ginanjar Rahmawan, mahasiswa Program Doktor Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah Rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini beberapa kawan saya yang…