Ribuan peserta mengikuti lomba lari bertajuk Baron 10 K di kawasan Pantai Baron, Gunungkidul, Minggu (1/10/2017). (Anton Wahyu Prihartono/JIBI/Harian Jogja) Ribuan peserta mengikuti lomba lari bertajuk Baron 10 K di kawasan Pantai Baron, Gunungkidul, Minggu (1/10/2017). (Anton Wahyu Prihartono/JIBI/Harian Jogja)
Minggu, 1 Oktober 2017 21:19 WIB David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja Gunung Kidul Share :

Baron 10K, Sarana Promosi Pariwisata Gunungkidul

Dinas Pariwisata Gunungkidul menjadikan Baron 10K sebagai sarana promosi wisata

Solopos.com, GUNUNGKIDUL – Dinas Pariwisata Gunungkidul menjadikan Baron 10K sebagai sarana promosi wisata. Oleh karenanya, dalam kegiatan yang diselenggarakan pada Minggu (1/10/2017), tidak hanya melaksanakan lomba, namun juga menghadirkan bazar aneka produk UMKM dari Bumi Handayani.

Baca juga : Lomba Lari Baron 10K Sukses Digelar, Pendaftar 2.500 Orang, Peserta Lari Lebih dari 3.000

Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul Hary Sukmono mengatakan, kegiatan Baron 10K memiliki banyak tujuan, mulai dari agenda pecarian bibit unggul hingga pengenalan sport tourism kepada masyarakat.

Diharapakan melalui event ini juga dapat meningkatkan sarana promosi kepariwisataan di Gunungkidul sehingga destinasi yang dimiliki semakin dikenal luas.

“Oleh karenanya pelaksanaan lomba akan terus kami evaluasi. Tujuannya agar kualitas penyelenggaraan di tahun-tahun mendatang dapat terus meningkat,” kata Hary kepada Solopos.com, Minggu (1/10/2017).

Menurut dia, salah satu upaya promosi dilakukan melalui peserta lomba yang berasal dari berbagai daerah. Data dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Gunungkidul, peserta yang ikut tercatat dari wilayah Temanggung, Banyumas, Magelang, Salatiga. Sedang, peserta yang berasal dari luar Jawa berasal dari Palembang dan Musi Banyuasin.

“Para peserta ini dapat menjadi agen promosi karena dapat menceritakan keindahan pariwisata di Gunungkidul kepada masyarakat di daerah asal. Dengan begitu, maka ada minat untuk datang berkunjung ke sini,” kata Hary.

Ditambahkan Hary, dampak peningkatan sektor pariwisata tidak secara instan langsung terlihat. Pasalnya, momen ini merupakan program jangka panjang. Oleh karenanya, di setiap event, pemkab akan terus berusaha meningkatkan kualitas dari Baron 10K.

“Tidak hanya jumlah peserta, tapi kami juga akan memperluas status lomba ke tingkat internasional,” ungkap mantan Kepala Bidang Pengembangan Produk Wisata ini.

Kepala Seksi Promosi dan Informasi Dinas Pariwisata Gunungkidul Purnomo Sumardamto menambahkan, untuk meningkatkan sarana promosi bertajuk Baron 10K, juga melibatkan berbagai unsur masyarakat seperti Pokdarwis Baron, Satuan Karya Pariwisata hingga dimas diajeng Gunungkidul sebagai dua wisata.

“Semua dilibatkan dan kami bersyukur semua berjalan dengan lancar,” kata Damto, sapaan akrabnya.

Tak hanya itu, sambung Damto, dalam lomba ini juga ditampilkan berbagai stand untuk bazaar aneka produk asli Gunungkidul. Stan-stan ini diisi produk dan kreasi dari UMKM yang ada di Bumi Handayani.

“Pengunjung dapat menikmati berbagai macam produk, mulai dari olahan makanan hingga aneka kerajinan tangan. Jadi dengan dengan event ini dapat memberikan dampak yang berkelanjutan di semua sektor,” tutur dia.

lowongan pekerjaan
STAFF ADMINISTRASI & KEUANGAN, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…