Foto Ilustrasi bandara (JIBI/Harian Jogja/Antara)
Minggu, 1 Oktober 2017 21:34 WIB Bernadheta Dian Saraswati/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

BANDARA KULONPROGO
Hotel di Jogja Perlu Jemput Bola

Keberadaan bandara baru di Kulonprogo, New Yogyakarta International Airport (NYIA)

 

Solopos.com, JOGJA-Keberadaan bandara baru di Kulonprogo, New Yogyakarta International Airport (NYIA), tetap membuat kalangan perhotelan di kawasan DIY timur optimistis mendapatkan pasar. Upaya jemput bola pun dilakukan agar hotel tidak sepi.

Salah satu hotel yang berlokasi di wilayah timur dan jauh dari bandara Kulonprogo adalah Royal Ambarrukmo. Public Relation Hotel Royal Ambarrukmo, Khairul Anwar mengatakan, manajemen sudah mempersiapkan diri menyambut NYIA di Kulonprogo.

Ia mengatakan pembangunan bandara dengan kapasitas yang lebih besar ini diharapkan memberikan trafik pengunjung ke Jogja yang semakin tinggi, baik domestik maupun mancanegara.

Menurutnya, fungsi bandara tidak sekedar tempat tinggal landas, tetapi juga sebagai sentra oleh-oleh, tempat pameran, dan transit. Royal Ambarrukmo sendiri ingin memanfaatkan fungsi transit itu dengan merencanakan pembangunan sarana ruang tunggu.

“Sarana ini didedikasikan untuk para tamu kami, sehingga kenyamanan saat menanti transportasi dan “feel welcome”-nya sudah terasa semenjak kedatangan atau kepulangannya nanti,” kata Anwar pada Solopos.com, Sabtu (30/9/2017).

Gedung ruang tunggu nanti direncanakan akan dibangun di ring satu NYIA tetapi bukan di lahan PT Angkasa Pura 1. Tamu yang tiba di bandara dan akan menginap di Royal Ambarrukmo akan berada di ruang tunggu tersebut untuk menunggu mini bus yang akan mengantarkan ke hotel.

Ruang tunggu akan dilengkapi dengan fasilitas bermain anak-anak dan area makan-minum. “Bukan hotel tetapi dibangun dengan standar hotel dan kenyamanan yang dijaga baik,” katanya.

Menurutnya, hotel yang berada jauh dari NYIA sudah seharusnya memikirkan upaya jemput bola agar okupansi hotel tetap terjaga. Selain sarana ruang tunggu, Hotel Royal Ambarrukmo juga sudah mempersiapkan sarana transportasi berupa satu mini bus berkapasitas 20 orang sampai kendaraan mewah untuk menjemput tamu VIP.

Hal yang sama juga disampaikan General Manager GQ Hotel, Deppy Meylina. Hotel yang berlokasi di dekat Bandara Adisutjipto ini nantinya memang akan menjadi hotel yang berjarak jauh dengan NYIA Kulonprogo. Namun pihaknya optimistis hotel-hotel di wilayah DIY timur akan tetap mendapatkan pasar.

“Apabila hotel lama seperti kami dimana cutomer yang sudah loyal kemungkinan besar kalau kita pandai memelihara ya mereka akan kembali,” katanya.

Menurutnya, peran pemerintah juga tetap dibutuhkan dalam mendorong wisatawan agar semakin berdatangan ke DIY. Penerbangan langsung (dirrect flight) dari luar negeri menurutnya menjadi kesempatan besar untuk meningkatkan kunjungan wisatawan. Saat wisatawan semakin bertambah, persebaran tamu yang menginap akan semakin merata.

lowongan pekerjaan
STAFF ADMINISTRASI & KEUANGAN, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…