ilustrasi
Sabtu, 30 September 2017 07:05 WIB Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com Madiun Share :

Korupsi Bantuan Ternak Sapi, Warga Doho Madiun Ditangkap di Riau

Polisi menangkap bendahara poktan yang mengorupsi dana bantuan ternak di Madiun.

Solopos.com, MADIUN — Aparat Polres Madiun menangkap Hariyanto alias Herek, warga RT 027/RW 004 Desa Doho, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun, Rabu (27/9/2017). Hariyanto merupakan buron kasus dugaan korupsi dana bantuan pengembangan pembibitan sapi Brahman Cross Ex Impor dari Ditjen Peternakan Jakarta untuk Kelompok Ternak Taruna Jaya Desa Doho tahun 2008.

Hariyanto ditangkap di tempat persembunyiannya di Rokan Hulu, Riau. Kasatreskrim Polres Madiun, AKP Hanif Fatih Wicaksono, mengatakan Hariyanto sudah enam bulan tinggal di Rokan Hulu, Riau. Di Riau, Hariyanto dikenal sebagai guru pencak silat.

Hariyanto yang merupakan bendahara kelompok ternak Taruna Jaya itu diduga mengorupsi dana program pengembangan pembibitan ternak sapi Brahmana eks impor senilai Rp625 juta. “Hariyanto diduga tidak membelikan anakan sapi, tetapi uang bantuan itu digunakan untuk kepentingan pribadi,” kata Hanif kepada wartawan, Jumat (29/9/2017).

Dia menuturkan Hariyanto menggunakan uang senilai Rp137,75 juta yang seharusnya untuk modal usaha kelompok dalam mengembangkan pembibitan ternak sapi Brahman untuk kebutuhan pribadi. Akibatnya, program pengembangan pembibitan ternak sapi Brahman Cross eks impor untuk kelompok ternak gagal.

Hariyanto juga menjual tiga ekor sapi Brahman Cross indukan milik kelompok senilai Rp24 juta. Lebih lanjut, Hanif menyampaikan hasil audit BPKP perwakilan Jawa Timur menyebutkan kerugian negara akibat kasus itu senilai Rp156,85 juta.

Lowongan Pekerjaan
Kepala Sekolah KB & TKIT Alhikam Delanggu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Urgensi Mendesain Ulang Prolegnas

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (14/2/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universita Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com.  Solopos.com, SOLO–Sidang paripurna DPR di ujung 2017 lalu dibuka dengan laporan 50 rancangan undang-undang (RUU)…